Jakarta, CNN Indonesia -- Gempuran Israel ke Jalur Gaza Palestina semakin membabi buta, di tengah rencana pemerintahan PM Benjamin Netanyahu melancarkan invasi darat skala penuh ke wilayah itu untuk memberangus kelompok Hamas.
Meski Israel belum blak-blakan mengumumkan invasi daratnya ke Gaza, namun sejumlah pengamat perang menilai agresi militer negara Zionis itu sudah berjalan sejak Tel Aviv meningkatkan gempurannya ke wilayah Palestina yang dikuasai Hamas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Israel melancarkan operasi darat skala penuh di Jalur Gaza per Jumat (27/10). Pasukan militer mengerahkan berbagai tank, buldoser, infanteri, serta unit tempur ke daerah kantong itu.
Namun, alih-alih membuat kemajuan cepat di Kota Gaza, pasukan Israel justru terlihat cuma bergerak perlahan menuju pusat Gaza yang padat penduduk.
Berdasarkan cuplikan video dan foto dari sumber terbuka dan resmi serta laporan CNN di lapangan, Israel diduga melintasi perbatasan Gaza di tiga lokasi utama sejak 28-31 Oktober.
Pertama, di sudut barat laut Gaza. Sebuah video yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Sabtu (28/10) menunjukkan beberapa buldoser militer Israel berjalan di atas pasir yang sangat dekat dengan pantai.
[Gambas:Video CNN]
Pagar pembatas di kawasan itu tampak jelas telah diterobos sehingga membuktikan bahwa Israel sudah memasuki Gaza dari sana.
Pada Minggu (29/10), sebuah video juga beredar yang memperlihatkan pasukan Israel berada di sekitar laut namun lebih jauh ke selatan dari posisi sebelumnya. Militer Tel Aviv tampak mengibarkan bendera dari atap sebuah hotel resor yang terletak sekitar dua mil selatan dari pagar pembatas, berdasarkan geolokasi CNN.
Kemudian pada Selasa (31/10), foto-foto yang dirilis tentara Israel menunjukkan mereka sudah berada lebih dalam di Gaza, tepat di sebelah utara Al Shati atau Beach, kamp pengungsi Palestina. Ini membuktikan bahwa Tel Aviv sudah berada tiga mil jauhnya dari pusat Kota Gaza.
Lokasi utama kedua yakni sudut timur laut Gaza dekat Kota Beit Hanoun. Berdasarkan video yang didistribusikan Israel dan geolokasi CNN, puluhan prajurit terlihat maju dengan berjalan kaki melintasi medan berpasir.
Dalam klip yang berbeda, sebuah buldoser juga tampak mengarungi tanah berpasir untuk membuat jalur bebas dari IED (alat peledak improvisasi).
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>>
Gaza Palestina Terus Digempur, Invasi Darat Israel Sudah Berlangsung?
(REUTERS/VIOLETA SANTOS MOURA)
Tim CNN melaporkan jumlah kendaraan militer Israel di dalam perimeter tampaknya meningkat lantaran pasukan Israel memperluas operasi darat.
Kemudian, titik utama ketiga yakni sekitar 10 mil ke selatan, di sepanjang perimeter timur. Ini berdasarkan video yang muncul pada Senin (30/10), yang diambil oleh seorang jurnalis lepas Palestina.
Video itu menunjukkan sebuah tank Israel menembaki sebuah mobil di jalan utama Salah Al Din, jalan yang membentang di sepanjang Jalur Gaza.
Menurut geolokasi CNN, video itu diambil di sebelah selatan persimpangan Netzarim. Lokasi ini kemungkinan dianggap Israel sebagai lokasi strategis untuk diduduki apabila ingin membagi kawasan utara Gaza dengan selatan.
Persimpangan itu terletak tepat di sebelah tenggara Kota Gaza dan tidak jauh dari Wadi Gaza. Ini merupakan jalur air yang menurut Israel menjadi tempat aman untuk mengungsi bagi warga sipil Palestina.
Sejak perang milisi Hamas Palestina dan Israel pecah 7 Oktober lalu, Israel memang bersumpah bakal meluncurkan serangan dari darat, udara, dan laut untuk membasmi kelompok militan tersebut.
Seiring dengan itu, Israel memblokade total Gaza dan melarang masuk bahan bakar guna mempersulit pergerakan Hamas.
Kendati demikian, blokade ini bukan cuma berdampak pada Hamas, melainkan juga warga sipil dan fasilitas vital seperti rumah sakit. Di tengah gempuran tiada henti, warga Palestina mesti bertahan hidup dalam kondisi gelap gulita.
Banyak rumah sakit yang kehabisan bahan bakar sehingga tak bisa lagi menggunakan peralatan medis dan mengancam keselamatan para pasien darurat.