Kolombia dan Kuba Kecam Serangan AS di Venezuela

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 16:00 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam serangan yang terjadi di Caracas, ibu kota Venezuela, Sabtu (3/1) dini hari.
Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam serangan yang terjadi di Caracas, ibu kota Venezuela, Sabtu (3/1) dini hari. (Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam serangan yang terjadi di Caracas, ibu kota Venezuela, Sabtu (3/1) dini hari.

"Pemerintah Kolombia menolak tindakan militer sepihak apa pun yang dapat memperburuk situasi atau membahayakan penduduk sipil," tulis Petro dalam sebuah cuitan di X, melansir CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku turut prihatin atas apa yang terjadi di Venezuela. Ia mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memicu ketegangan. Namun, Petro tak menyinggung Amerika Serikat (AS) secara eksplisit dalam cuitanya.

Petro juga menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar pertemuan usai serangan yang terjadi di Caracas.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Diaz-Canel. Ia menyebut serangan yang dilancarkan AS itu sebagai 'serangan kriminal' dalam sebuah unggahan di X.

"Kuba mengecam dan mendesak reaksi komunitas internasional terhadap serangan kriminal AS terhadap Venezuela. Zona perdamaian kami sedang diserang secara brutal," tulis Diaz-Canel.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah ledakan mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan kepulan asam membumbung di beberapa titik ibu kota.

Sejumlah saksi mata melaporkan, ledakan di antaranya terjadi di pangkalan udara militer La Carlota dan markas Kementerian Pertahanan Venezuela Fuerte Tiuna.

Imbas kejadian tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menetapkan darurat nasional. Ia memobilisasi militer Venezuela.

Presiden AS Donald Trump sendiri dikabarkan secara resmi memerintahkan serangan tersebut. Mengutip CBS News, pejabat AS mengkonfirmasi bahwa serangan menargetkan berbagai objek vital, termasuk fasilitas militer Venezuela.

Namun, hingga kini Pentagon masih belum memberikan rincian operasi dan melimpahkan seluruh keterangan ke Gedung Putih.

Trump memang sudah berulang kali menyatakan bakal melancarkan operasi darat ke Venezuela untuk memberantas perdagangan narkoba. Sebelumnya, AS telah meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal di perairan Karibia.

(asr)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER