Venezuela Sebut Area Permukiman Sipil Juga Kena Dampak Serangan AS

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 19:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela menuding rangkaian serangan Amerika Serikat (AS) juga berdampak daerah permukiman warga sipil pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat tadi.

Negara minyak tersebut menyatakan militer AS menggunkan helikopter tempur melepas roket dan menembakkan amunisi ke sejumlah titik, terutama di Caracas, termasuk pula di area permukiman warga sipil

Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez dalam sebuah rekaman video yang dibagikan via media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka, daerah pemukiman yang dihuni oleh warga sipil," kata Padrino Lopez dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Sabtu malam.

Ia mengatakan pihak berwenang sedang mengumpulkan informasi tentang korban luka dan tewas dalam 'serangan keji dan pengecut' AS tersebut.

Menurut Lopez, daerah permukiman terkena dampak adalah di sekitar wilayah Fuerte Tiuna. Fuerte Tiuna adalah kompleks militer terbesar Venezuela yang terletak di selatan Caracas. Laporan serangan juga terjadi di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira yang merupakan kawasan penyangga Caracas selaku ibu kota Venezuela.

Lopez menambahkan Venezuela akan meluncurkan mobilisasi besar-besaran dari kemampuan militer baik darat, laut, udara, sungai, bahkan hingga rudal

"Untuk pertahanan komprehensif," katanya.

Serangan ke sejumlah titik di Venezuela, terutama Caracas, itu terjadi sekitar pukul 02.00, Sabtu dini hari tadi.

Mengutip dari CNN, seorang warga kota pesisir Higuerote, Venezuela, menceritakan detik-detik terjadinya serangkaian ledakan yang mengguncang wilayah tersebut.

Warga berusia 23 tahun itu mengaku awalnya mengira suara ledakan sebagai kembang api sebelum menyadari situasi yang jauh lebih serius.

Menurut kesaksiannya, ledakan terjadi berulang kali hingga membuat tanah bergetar dan memicu kepanikan warga. Langit di atas kota dilaporkan berubah menjadi merah, sementara warga berlarian keluar rumah sambil berteriak ketakutan.

Higuerote terletak sekitar 85 kilometer di sebelah timur Caracas dan merupakan salah satu kota pesisir di Venezuela.

Media lokal Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital melaporkan suara ledakan juga terdengar di Negara Bagian La Guaira yang berada di utara Caracas.

Warga tersebut mengatakan setelah ledakan pertama, situasi sempat hening selama sekitar 20 menit. Namun, suara pesawat kembali terdengar, disusul dua ledakan lainnya yang membuat seluruh area kembali bergetar.

"Ledakan-ledakan itu terlihat terarah, tetapi seolah-olah menghancurkan seluruh bandara," katanya dikutip CNN.

Hingga beberapa jam setelah kejadian, ia mengaku belum mendengar suara sirene ambulans, polisi, maupun pemadam kebakaran. Ledakan terakhir disebut terjadi sekitar 40 menit sebelum kesaksiannya disampaikan.

Sementara itu, warga masih diliputi ketakutan. Banyak warga dilaporkan membagikan rekaman video kejadian melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.

Terpisah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pasukan militernya telah berhasil menangkap Maduro bersama istri, Cilia Flores, dan dibawa keluar dari wilayah Venezuela.

Pengumuman penangkapan ini menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro dari kursi pemerintahan di Venezuela.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa AS telah melakukan 'serangan skala besar terhadap Venezuela'. Ia menekankan operasi militer ini dilakukan 'bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS'.

"Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela," tulis Trump dalam unggahannya seperti dikutip dari CNN.

Sementara itu belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela. Mengutip dari Reuters, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Sabtu pagi di stasiun televisi negara itu mengaku tak tahu keberadaan Maduro dan Flores.

(kid)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER