Korut Kecam AS Tangkap Maduro: Pelanggaran Serius Kedaulatan

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 17:55 WIB
Korea Utara mengecam penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh AS. Mereka menyebutnya pelanggaran kedaulatan dan menyerukan protes internasional. (Foto: iStockphoto/narvikk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat. Mereka menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, dalam sebuah pernyataan resmi yang dimuat kantor berita KNCA, mengatakan bahwa mereka dengan tegas mengecam tindakan Amerika Serikat yang mencari dominasi dan dilakukan di Venezuela.

"Peristiwa ini sekali lagi dengan jelas menunjukkan sifat Amerika Serikat yang brutal dan bertindak seperti negara bandit," demikian pernyataan jubir Kemenlu Korut, melansir AFP, Minggu (4/1).

Setelah ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat, Maduro dan istrinya diterbangkan dengan helikopter ke New York. Di sana, mereka akan menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba dan senjata.

Keduanya ditangkap oleh pasukan khusus AS dalam sebuah serangan sebelum fajar pada hari Sabtu. Serangan itu juga disertai serangan udara ke sejumlah lokasi di dalam dan sekitar ibu kota Venezuela, Caracas.

Penggerebekan ini dianggap sebagai skenario terburuk bagi kepemimpinan Korea Utara, yang sejak lama menuduh Washington berupaya menyingkirkan pemerintahannya dari kekuasaan.

Selama puluhan tahun, Pyongyang membenarkan program nuklir dan misilnya sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan upaya pergantian rezim oleh Amerika Serikat.

Korea Utara juga dikenal sebagai pendukung vokal pemerintahan sosialis Maduro di Caracas.

Pyongyang menyebut pencopotan Maduro sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional", yang seharusnya menjunjung tinggi kedaulatan, prinsip tidak mencampuri urusan negara lain, dan keutuhan wilayah.

Korea Utara juga menyerukan agar masyarakat internasional menyuarakan protes dan kecaman keras terhadap apa yang mereka sebut sebagai kebiasaan Amerika Serikat melanggar kedaulatan negara lain.

(dmi/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK