Paus Leo XIV menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat Venezuela tetap harus menjadi prioritas utama setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat. Ia juga menekankan bahwa kedaulatan Venezuela harus tetap dijamin.
Hal tersebut ia sampaikan dalam pidatonya setelah doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesejahteraan rakyat Venezuela yang terkasih harus diutamakan di atas segala pertimbangan lainnya," kata Paus, melansir AFP, Minggu (4/1).
Paus pertama asal Amerika Serikat itu mengatakan bahwa hal itu harus menjadi dasar untuk mengakhiri kekerasan dan menempuh jalan keadilan serta perdamaian. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum sesuai konstitusi, serta menghormati hak asasi manusia dan hak sipil setiap orang.
Selain itu, Paus mengajak semua pihak untuk bekerja sama membangun masa depan yang damai, penuh kerja sama, stabilitas, dan keharmonisan, dengan perhatian khusus kepada masyarakat miskin yang paling menderita akibat kondisi ekonomi yang sulit.
Sebelumnya, AS melancarkan serangan militer dan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro di kediamannya di Caracas. Ini merupakan puncak agresi Presiden AS Donald Trump ke Venezuela sejak periode pertama ia memimpin.
Penangkapan Maduro sendiri menambah panjang daftar pemimpin negara yang ditangkap oleh AS. Sebelumnya AS sudah menangkap paksa pemimpin Panama Manuel Noriega, Presiden Irak Saddam Husein, hingga Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan AS. Keduanya ditangkap tengah malam saat sedang tidur.
Penangkapan dan penggerebekan Maduro serta ibu negara Venezuela dilakukan oleh Delta Force, satuan elite Angkatan Darat AS.
Menurut Trump, Maduro ditangkap dalam sebuah rumah yang diklaimnya mirip benteng. Ia mengatakan rencana awal adalah menangkap Maduro pada awal pekan ini, tetapi pasukan AS harus menunggu kondisi cuaca yang tepat.
Dalam sebuah wawancara dengan "Fox & Friends Weekend", Trump menjelaskan Maduro berada di sebuah rumah yang "sangat dijaga ketat" saat hendak ditangkap.
Maduro dan istrinya dibawa dengan helikopter ke USS Iwo Jima, yang kemudian dibawa ke New York.
Ia lalu dibawa ke pusat tahanan Brooklyn, New York menggunakan menggunakan kendaraan khusus setelah tiba di Manhattan dari pangkalan udara nasional Stewart menggunakan helikopter.
Maduro akan menghadapi dakwaan di pengadilan federal AS di Manhattan atas tuduhan narkoterorisme.