Apakah Trump Boleh Seenaknya Tangkap Pemimpin Negara Lain?
Siapa saja kepala negara asing yang pernah ditangkap?
AS pernah menangkap orang-orang yang dianggap kriminal termasuk di Libya. Namun, saat itu mereka bekerja dengan pemerintah setempat dan atas izin pemerintah setempat pula.
Dalam kasus Maduro, AS belum mengakui dia sebagai pemimpin yang sah sejak memenangkan pemilu Venezuela pada 2019. Terlebih, Trump juga tidak memberitahu Kongres perihal rencana serangan ke Venezuela dan penangkapan Maduro.
Maduro juga tetaplah presiden Venezuela yang diakui di negaranya dan berhak atas kekebalan hukum sebagai kepala negara meski AS tak pernah mengakui rezimnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di situasi yang sama, AS juga pernah melakukan penangkapan terhadap kepala negara asing. Dia adalah Manuel Noriega, pemimpin de facto Panama dari 1983-1989.
AS sempat menuduh Noriega sebagai pemimpin tak sah dan mendakwa dia terkait narkoba. Mereka juga menyerang Panama dengan dalih melindungi warga AS usai satu prajurit diduga dibunuh pasukan negara Afrika ini.
Dalam kasus Noriega, pengadilan tunduk pada keputusan cabang eksekutif yang menyatakan dia tak berhak atas kekebalan hukum, demikian dikutip CNN.
Tak cuma mereka, AS pernah menangkap Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez di kediamannya pada Februari 2022.
Pada April 2022, dia diterbangkan ke AS karena dituduh terlibat korupsi dan perdagangan narkoba ilegal. Dua bulan kemudian, Hernandez dijatuhi hukuman 45 tahun penjara.
Namun, pada Desember lalu, Trump memberi amnesti ke Hernandez sehingga dia kembali ke negaranya.
Pasukan AS juga sempat menangkap Presiden Irak Saddam Hussein pada Desember 2003.
Penangkapan itu terjadi setelah sembilan bulan AS menginvasi Irak. Mereka menuduh pemerintahan Hussein memiliki senjata pemusnah massal (WMD) yang berbahaya, tuduhan yang tak pernah terbukti.
AS juga menuding Hussein mendukung kelompok teroris yang menjadi dalang peristiwa 11 September 2002, Al Qaeda.
Hussein lalu diadili di pengadilan Irak dan dijatuhi hukuman mati atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Dia digantung pada 30 Desember 2006.
(isa/rds)[Gambas:Video CNN]