Kemlu RI Respons AS Tangkap Maduro, Dorong Kedepankan Dialog

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 22:48 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) ikut bersuara ihwal tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolàs Maduro.

Kemlu, dalam unggahannya di X, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela. Indonesia merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Venezuela.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi," kata pernyataan tersebut, dikutip Minggu (4/1).

Menurut Kemlu, penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka.

"Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional," ujar Kemlu.

"Khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama," lanjutnya.

Sebelumnya, AS melancarkan serangan militer dan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro di kediamannya di Caracas. Ini merupakan puncak agresi Presiden AS Donald Trump ke Venezuela sejak periode pertama ia memimpin.

Penangkapan Maduro sendiri menambah panjang daftar pemimpin negara yang ditangkap oleh AS. Sebelumnya AS sudah menangkap paksa pemimpin Panama Manuel Noriega, Presiden Irak Saddam Husein, hingga Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan AS. Keduanya ditangkap tengah malam saat sedang tidur.

Penangkapan dan penggerebekan Maduro serta ibu negara Venezuela dilakukan oleh Delta Force, satuan elite Angkatan Darat AS.

Menurut Trump, Maduro ditangkap dalam sebuah rumah yang diklaimnya mirip benteng. Ia mengatakan rencana awal adalah menangkap Maduro pada awal pekan ini, tetapi pasukan AS harus menunggu kondisi cuaca yang tepat.

Dalam sebuah wawancara dengan "Fox & Friends Weekend", Trump menjelaskan Maduro berada di sebuah rumah yang "sangat dijaga ketat" saat hendak ditangkap.

Maduro dan istrinya dibawa dengan helikopter ke USS Iwo Jima, yang kemudian dibawa ke New York.

Ia lalu dibawa ke pusat tahanan Brooklyn, New York menggunakan menggunakan kendaraan khusus setelah tiba di Manhattan dari pangkalan udara nasional Stewart menggunakan helikopter.

Maduro akan menghadapi dakwaan di pengadilan federal AS di Manhattan atas tuduhan narkoterorisme.

(dmi/dmi)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER