Berapa Banyak Cadangan Minyak Venezuela yang Ingin Dikuasai Trump?

CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 11:20 WIB
Venezuela menjadi sorotan dunia usai Amerika Serikat menggempur Ibu Kota Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores.
Venezuela menjadi sorotan dunia usai Amerika Serikat menggempur Ibu Kota Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores. (Foto: REUTERS/Maxwell Briceno)
Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela menjadi sorotan dunia usai Amerika Serikat menggempur Ibu Kota Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores.

Tak lama usai mengumumkan penangkapan Maduro, Trump menyebut AS akan menguasai minyak Venezuela.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," ujar Trump saat konferensi pers pada Sabtu (3/1).

Lalu, berapa banyak cadangan minyak Venezuela?

Venezuela punya cadangan minyak lebih banyak dari Arab Saudi dan Iran. Jumlah minyak di negara tetangga AS ini terbesar di dunia dengan 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari cadangan minyak dunia pada 2023.

Arab Saudi berada di peringkat kedua dengan 267,2 miliar barel, diikuti Iran dengan 208,6 miliar barel dan Kanada dengan 163,6 miliar barel. Secara bersamaan, keempat negara ini menyumbang lebih dari setengah cadangan minyak global, demikian dikutip Al Jazeera.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat punya sekitar 55 miliar barel. Jumlah ini menempatkan mereka di peringkat kesembilan secara global. Ini artinya cadangan minyak Venezuela lebih banyak lima kali lipat dibanding AS.

Cadangan minyak Venezuela sebagian besar terkonsentrasi di Orinoco Belt, wilayah di bagian timur negara ini.

Orinoco Belt menyimpan minyak mentah ekstra berat, yang sangat kental dan padat, sehingga jauh lebih sulit dan mahal untuk diekstraksi daripada minyak mentah konvensional.

Memproduksi minyak dari wilayah Orinoco, membutuhkan teknik canggih, seperti injeksi uap dan pencampuran dengan minyak mentah yang lebih ringan agar bisa dipasarkan.

Karena kepadatan dan kandungan sulfurnya, minyak mentah ekstra berat biasanya dijual dengan harga lebih murah dibanding minyak mentah yang lebih ringan dan lebih manis.

Produksi minyak Venezuela didominasi perusahaan milik negara Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) yang mengendalikan sebagian besar operasi di Orinoco.

Secara historis, PDVSA menghadapi berbagai tantangan, termasuk infrastruktur yang sudah tua, kurang investasi, salah urus, dan dampak sanksi internasional. Situasi ini membatasi kemampuan Venezuela untuk sepenuhnya memanfaatkan cadangan minyak mereka yang begitu besar.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]