3 WNI Terjebak di Pulau Socotra Yaman Imbas Serangan Saudi

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 14:30 WIB
Ilustrasi. Bandara Hadibo di Pulau Socotra, Yaman. (iStockphoto/znm)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri mengungkapkan kronologi tiga warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Pulau Socotra, Yaman, pekan lalu.

Plt Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyampaikan informasi tersebut saat konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, Kamis (8/1).

"Mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke pelabuhan Mukalla Yaman pada tanggal 30 Desember lalu," kata Yeni.

Dia lalu berujar, "Dan para WNI ini tak dapat keluar dari Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi."

Heni, lebih lanjut, mengatakan ketiga WNI tersebut masuk ke Socotra melalui jasa operator wisata tur yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Kini, kasus ketiga WNI tersebut sedang ditangani beberapa perwakilan Indonesia seperti KBRI Muscat, KBRI Abu Dhabi, dan KBRI Riyadh

Heni mengatakan KBRI juga sudah berkomunikasi dengan para WNI itu dan memastikan mereka dalam kondisi sehat.

"Jadi, berdasarkan pemantauan terakhir bahkan tadi pagi kami masih berkomunikasi seluruh WNI berada dalam keadaan baik, sehat dan aman," ujar dia.

Heni mengatakan per 7 Januari penerbangan sudah dibuka. Namun, para WNI belum terangkut meski nama mereka sudah terdaftar.

KBRI Muscat dan KBRI Abu Dhabi, lanjut dia, akan terus mendorong agar ketiga WNI itu bisa ikut dalam penerbangan hari ini atau besok.

Yaman bergejolak usai Saudi menggempur Pelabuhan Mukalla pada beberapa hari lalu.

Saudi menganggap kapal yang dikirim Uni Emirat Arab ke Pelabuhan Sanaa itu tanpa izin. Kapal juga dianggap mengangkat senjata untuk kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC).

Awal bulan ini, pasukan STC menyapu wilayah selatan Yaman dan merebut sebagian besar Provinsi Hadramaut.

Kepala Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman yang didukung Saudi, Rashad Al Alimi, menuduh UEA telah mengarahkan STC untuk "melemahkan dan memberontak terhadap otoritas negara melalui eskalasi militer.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK