Sidak Imigrasi Trump Lagi-lagi Makan Korban, 2 Orang Tewas di Oregon
Agen federal Amerika Serikat dilaporkan menembak dua orang dalam operasi imigrasi di Kota Portland, negara bagian Oregon, pada Kamis (8/1).
Kepolisian Portland menyatakan dua orang tersebut kini dirawat di rumah sakit akibat luka tembak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua orang dirawat di rumah sakit menyusul penembakan yang melibatkan agen-agen federal," demikian keterangan polisi, seperti dikutip AFP, Kamis (8/1).
Insiden ini terjadi sehari setelah seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi di Minneapolis hingga memicu protes warga.
Kepolisian Portland mengeklaim tak terlibat dalam kasus penembakan terbaru ini.
"Petugas tiba di lokasi dan menemukan seorang laki-laki dan perempuan dengan luka tembak. Petugas melilitkan perban dan memanggil tim medis darurat," demikian pernyataan kepolisian.
Biro Investigasi Federal (FBI) setempat awalnya mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi insiden penembakan tersebut. Namun, pernyataan itu tak lama kemudian dihapus dari media sosial.
Dalam pernyataan tersebut, FBI Portland mengaku tengah menyelidiki insiden penembakan "yang melibatkan Agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan" sekitar pukul 14.15 waktu setempat. FBI membenarkan bahwa dua orang terluka dalam peristiwa itu.
"Ini tetap penyelidikan aktif dan berkelanjutan yang dipimpin FBI," demikian pernyataan FBI.
Pada Rabu (7/1), seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak mati ibu berusia 37 tahun di Minneapolis. Gedung Putih beralasan penembakan itu bentuk pembelaan diri terhadap tindakan "terorisme domestik".
Warga AS berbondong-bondong turun ke jalan memprotes operasi agen ICE yang belakangan kian brutal.
Wali Kota Portland, Keith Wilson, juga menentang operasi ICE yang menurutnya jadi penyebab insiden penembakan di kotanya.
"Hanya satu hari setelah kekerasan mengerikan terjadi di Minnesota oleh agen federal, warga Portland kini bergulat dengan insiden lain yang sangat mengkhawatirkan," kata Wilson.
"Kita tidak bisa tinggal diam saat perlindungan konstitusional terkikis dan pertumpahan darah meningkat. Portland bukanlah 'tempat latihan' bagi agen-agen militer. 'Pengerahan kekuatan penuh' jelas memiliki konsekuensi mematikan," lanjutnya.
Wilson mendesak agen-agen ICE di kotanya menghentikan semua operasi sampai investigasi rampung. Ia juga meminta warga setempat menyampaikan unjuk rasa secara damai.
"Saya menyerukan kepada setiap warga Portland untuk mewakili nilai-nilai kita dan hadir dengan tenang dan penuh tujuan selama masa-masa sulit ini. Portland tidak membalas kekerasan dengan kekerasan," imbaunya.
(blq/rds)[Gambas:Video CNN]

