China Krisis Populasi, Angka Kelahiran Terendah Sepanjang Sejarah

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 13:50 WIB
Angka kelahiran di China semakin anjlok dan mencetak rekor terendah sepanjang sejarah pada Senin (19/1), seiring krisis populasi di negara tersebut.
Angka kelahiran China kembali anjlok, terendah sepanjang sejarah. (REUTERS/ALY SONG)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Angka kelahiran di China semakin anjlok dan mencetak rekor terendah sepanjang sejarah negara tersebut pada Senin (19/1), seiring krisis populasi di negara tersebut.

Melansir situs AFP, pejabat China menyatakan sebanyak 7,92 bayi yang lahir sepanjang tahun 2025 dengan tingkat kelahiran sekitar 5,63 per 1.000 penduduk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka tersebut menunjukkan penyusutan populasi dan menjadi angka terendah sejak Badan Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) mencatat pada 1949.

Sebelumnya, pemerintah Beijing telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan penurunan angka tersebut.

Kebijakan tersebut termasuk pemberian subsidi pengasuhan anak, menaikkan pajak kondom, pembagian susu gratis di tengah tantangan populasi yang menua dengan cepat.

Menaikkan pajak kondom

China akan mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada obat dan kontrasepsi, termasuk kondom sebesar 13% sejak 1 Januari 2026.

Hal ini dilakukan sebagai langkah terbaru untuk menghentikan penurunan angka kelahiran yang membuat ekonomi semakin melambat.

Bagi-bagi susu gratis dan voucher elektronik

Pemerintah ibu kota Provinsi Mongolia Dalam China, Hohhot memberikan susu gratis setiap hari bagi para ibu yang melahirkan setelah 1 Maret lalu untuk menaikkan angka kelahiran.

Para ibu juga akan mendapatkan voucher elektronik senilai 3.000 yuan (sekitar Rp6,8 juta) dari dua perusahaan susu Yili 600887.SS dan China Mengniu Dairy 2319.HK.

Calon orang tua bebas pajak untuk layanan asuh anak

China juga memberikan keuntungan bagi calon orang tua dengan membebaskan pajak untuk layanan pengasuhan anak.

Mulai dari penitipan anak sampai TK, layanan perawatan lansia, layanan disabilitas, dan layanan terkait pernikahan. Aturan itu akan berlaku mulai Januari.

Voucher senilai Rp2,2 juta untuk pemuda nikah

Kota Ningbo di China bagian timur akan membagikan kupon senilai Rp2,2 juta untuk mendorong anak-anak muda menikah dan memiliki anak.

Menurut Departemen Urusan Sipil Ningbo, pasangan baru yang terdaftar pada 28 Oktober sampai 31 Desember 2025 ini mendapat delapan kupon pernikahan senilai 1.000 yuan (sekitar Rp2,2 juta).

Selama satu dekade terakhir, tingkat kelahiran China terus menurun meski kebijakan ketat satu anak telah di hapus.

Penurunan tersebut sempat mengalami sedikit kenaikan pada 2024 dengan pencatatan resmi sekitar 6,77 kelahiran per 1.000 penduduk.

Menurut laporan 2024 YuWa Population Research Institute di Beijing, biaya membesarkan anak di China termasuk yang paling mahal di dunia.

Studi tersebut menjelaskan bahwa calon orang tua di China dalam membesarkan seorang anak hingga usia 17 tahun perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp1,24 miliar.

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]