CIA Diam-diam Mulai Hadir Permanen di Venezuela usai Maduro Lengser

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. CIA diam-diam tengah bangun kehadiran permanen AS di Venezuela. Foto: AFP Photo/Saul Loeb
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Intelijen Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) diam-diam tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela, setelah menggulingkan rezim Presiden Nicolas Maduro.

CIA disebut akan memimpin rencana pemerintahan Donald Trump untuk menggunakan pengaruh barunya atas masa depan Venezuela.

Menurut beberapa sumber yang mengetahui perencanaan itu, diskusi antara CIA dan Kementerian Luar Negeri kini berpusat soal bagaimana "jejak" AS di Venezuela akan terlihat, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Meskipun Kemlu AS akan bertindak sebagai perwakilan diplomatik utama dalam jangka panjang, namun pemerintah Trump diperkirakan akan sangat bergantung ke CIA untuk memulai proses masuk, di tengah transisi politik dan situasi keamanan yang tidak stabil di Venezuela pasca era Maduro.

"Kementerian Luar Negeri menancapkan bendera, namun CIA benar-benar memiliki pengaruh," kata seorang sumber kepada CNN.

Dalam jangka pendek, para pejabat AS mungkin akan mulai beroperasi dari kantor cabang CIA di Venezuela, sebelum secara resmi membuka kedutaan.


Mereka disebut bakal mulai melakukan kontak informal dengan anggota berbagai faksi pemerintah Venezuela, serta tokoh oposisi dan pihak ketiga yang mungkin menjadi ancaman.

"Membangun kantor cabang adalah prioritas nomor satu. Sebelum jalur diplomatik, kantor cabang dapat membantu membangun saluran penghubung, yang akan dilakukan dengan intelijen Venezuela," ungkap seorang eks pejabat pemerintah AS yang terlibat dengan pihak Venezuela.

Namun hingga kabar ini beredar, CIA masih menolak berkomentar.

[Gambas:Video CNN]

AS secara rutin mengirim direktur CIA atau pejabat intelijen tinggi, untuk mengadakan pertemuan sensitif dengan para pemimpin dunia untuk membahas masalah-masalah sensitif yang didasarkan pada pengumpulan informasi intelijen.

Direktur CIA John Ratcliffe adalah pejabat senior pertama di era Trump yang mengunjungi Venezuela pasca penangkapan Maduro. Ratcliffe bertemu dengan Presiden sementara Delcy Rodriguez dan para pemimpin militer di sana awal bulan ini.

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK