Uni Eropa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris
Uni Eropa (UE) resmi menetapkan Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) sebagai organisasi teroris, buntut tindakan brutal selama demonstrasi massal yang dimulai akhir Desember lalu.
"Ini sudah lama tertunda," kata Kepala Uni Eropa, Ursula von der Leyen, setelah para menteri luar negeri blok tersebut resmi mengambil keputusan.
"Teroris memang sebutan yang tepat untuk rezim yang menghancurkan demonstrasi rakyatnya sendiri dengan darah," imbuh von der Leyen, dikutip AFP.
Selain menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris, UE juga memberlakukan larangan visa dan pembekuan aset terhadap 21 entitas negara dan pejabat Iran. Beberapa di antaranya termasuk Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni dan Jaksa Agung Mohammad Movahedi-Azad.
Sebelumnya, Iran mengakui ribuan orang tewas selama demonstrasi akhir Desember hingga awal Januari ini, dengan jumlah korban mencapai lebih dari 3.000 orang. Teheran mengeklaim sebagian besar yang tewas adalah anggota pasukan keamanan atau warga sipil yang tewas akibat perusuh.
Namun sejumlah kelompok hak asasi manusia mengatakan jumlah korban jauh lebih tinggi, berpotensi mencapai puluhan ribu orang. Mereka juga mencatat bahwa para demonstran tewas akibat tembakan langsung dari pasukan keamanan, termasuk oleh IRGC.
Lihat Juga : |
Iran marah
Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk langkah Uni Eropa dan mengatakan keputusan itu "ilegal, politis, dan bertentangan dengan hukum internasional", serta merupakan pelanggaran terhadap urusan internal negara.
Dilansir Al Jazeera, Kemlu Iran menegaskan pihaknya berhak mengambil tindakan yang tepat dalam kerangka hukum internasional untuk membela kedaulatan dan kepentingan bangsa Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuduh Uni Eropa "mengipasi api" di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Mengesampingkan kemunafikan yang terang-terangan, tidak mengambil tindakan apa pun sebagai tanggapan terhadap genosida Israel di Gaza, namun bergegas untuk 'membela hak asasi manusia' di Iran. Aksi Eropa bertujuan menutupi bahwa mereka adalah aktor yang sedang mengalami penurunan drastis," tulis Araghchi di media sosial.
"Selain itu, karena benua ini pasti akan sangat terdampak oleh perang di kawasan kita, termasuk efek domino dari melonjaknya harga energi, sikap Uni Eropa saat ini sangat merugikan kepentingannya sendiri," imbuhnya.
Didirikan oleh Revolusi Islam 1979 di Iran, IRGC merupakan cabang elit militer negara yang bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. IRGC juga mengawasi program rudal dan nuklir Iran.
Selain itu IRGC turut mengendalikan atau memiliki perusahaan di seluruh perekonomian Iran, termasuk di sektor-sektor strategis utama.
Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada beberapa ratus pejabat dan entitas Iran atas penindasan terhadap gerakan protes sebelumnya dan atas dukungan Teheran terhadap perang Rusia di Ukraina.
IRGC secara keseluruhan dan para komandan seniornya juga sudah berada di bawah sanksi Uni Eropa, yang berarti bahwa penambahan mereka ke daftar hitam teror diperkirakan akan berdampak kecil pada organisasi tersebut.