CEO Washington Post Mundur Usai PHK Ratusan Jurnalis
CEO sekaligus penerbit The Washington Post, Will Lewis, mengundurkan diri secara mendadak beberapa hari setelah media itu melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sedikitnya 300 jurnalis.
Para jurnalis Post yang menilai Lewis gagal membalikkan kondisi perusahaan, secara terbuka menyambut kabar itu.
Lihat Juga : |
"Setelah dua tahun masa transformasi di The Washington Post, kini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk menyingkir," tulis Lewis pada Sabtu (7/2) kepada staf, seperti dikutip CNN.
"Saya ingin berterima kasih kepada Jeff Bezos atas dukungan dan kepemimpinannya sepanjang masa jabatan saya sebagai CEO dan Penerbit. Institusi ini tidak mungkin memiliki pemilik yang lebih baik," tambah dia.
Lewis menambahkan selama masa kepemimpinannya, sejumlah keputusan sulit harus diambil untuk menjamin keberlanjutan The Washington Post.
Langkah itu, menurutnya, bertujuan memastikan media itu tetap mampu menyajikan jurnalisme nonpartisan berkualitas tinggi kepada jutaan pembaca setiap hari ke depan.
Pihak Post mengumumkan CFO Jeff D'Onofrio, mantan CEO Tumblr yang bergabung pada Juni lalu, ditunjuk sebagai penerbit dan CEO sementara, efektif segera.
"The Post memiliki misi jurnalistik yang esensial dan peluang yang luar biasa," kata Bezos, pemilik surat kabar itu, dalam pernyataan pertama sejak PHK.
"Setiap hari, para pembaca memberi kami peta jalan menuju kesuksesan. Data menunjukkan apa yang bernilai dan ke mana kami harus memfokuskan perhatian," tambah dia.
Bezos juga mengatakan D'Onofrio, bersama Matt Murray dan Adam O'Neal, berada dalam posisi yang tepat untuk memimpin The Post memasuki babak baru yang menjanjikan.
Pengumuman yang tidak lazim pada Sabtu malam itu menyebutkan peran lanjutan bagi Lewis dalam proses transisi, yang mengindikasikan perubahan berlangsung secara sangat mendadak.
Kepercayaan ruang redaksi terhadap Lewis telah lama memudar, dan selama proses PHK pekan ini, sejumlah staf menilai situasi telah menjadi semakin sulit dipertahankan.
Para karyawan Post, tidak menerima komunikasi apa pun dari Lewis selama maupun setelah PHK pada Rabu.
Namun, kemunculannya pada Kamis di karpet merah jelang Super Bowl di San Fransisco justru memicu kemarahan lebih lanjut di ruang redaksi.
(rnp/rds)