Makin Bengis, Israel Bangun Fasilitas Hukuman Mati Tahanan Palestina
Israel dikabarkan memulai persiapan untuk menghukum mati warga Palestina yang ditahan di penjara, salah satunya dengan membangun fasilitas eksekusi mati untuk tahanan-tahanan yang dituduh anggota Hamas.
Media Israel Channel 13 pada Minggu (8/2) melaporkan Dinas Penjara Negeri Zionis sudah mulai membangun "Green Mile Israel", tempat eksekusi mati akan dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas penjara juga sudah memulai pelatihan dan persiapan prosedural, serta telah mengirim delegasi ke sebuah negara di Asia Timur untuk mempelajari kerangka hukum dan aturan guna menerapkan hukuman mati.
Langkah ini menyusul rancangan undang-undang (RUU) tentang hukuman mati terhadap tahanan Palestina yang disetujui Knesset pada 10 November 2025 lalu dalam pembahasan pertama.
RUU itu masih harus melewati dua pembahasan lagi sebelum resmi diundang-undangkan.
Menurut laporan Channel 13, tahanan-tahanan Palestina yang dituduh anggota Hamas atau berkolusi dengan Hamas akan dieksekusi mati dengan cara digantung.
Tim spesialis, yang seluruhnya sukarelawan, akan ditugaskan untuk ini.
Seorang sumber mengatakan kepada saluran tersebut bahwa hukuman mati ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu 90 hari setelah putusan akhir.
Hukuman ini pertama-tama akan menargetkan mereka yang dituduh sebagai anggota Hamas. Selanjutnya, hukuman akan diperluas untuk warga Palestina yang melancarkan serangan serius di Tepi Barat.
Dikutip Middle East Eye, hukuman mati cuma berlaku bagi warga Palestina dan tidak sebaliknya.
Beleid ini sejak awal diprotes oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) lantaran dianggap melegalkan genosida Israel terhadap warga Palestina.
Sejak Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menjabat pada 2023, ada 110 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel. Kelompok-kelompok HAM percaya jumlah aslinya lebih banyak dari itu.
Pekan lalu, pakar-pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel mencabut RUU tersebut. PBB menegaskan hukuman mati semacam itu bertentangan dengan hak hidup manusia.
Hukum di Israel saat ini mengizinkan eksekusi mati dalam kasus-kasus tertentu. Namun, belum pernah ada lagi eksekusi mati sejak perwira Nazi Adolf Eichmann dieksekusi pada 1962 karena perannya dalam Holocaust.
(rds)[Gambas:Video CNN]

