Bukti Israel Pakai Senjata Pemusnah Buat Warga Gaza Lenyap Menguap

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 07:55 WIB
Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik yang membuat ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina seolah menguap atau hilang tanpa jejak.
Ilustrasi. Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik yang membuat ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina seolah menguap atau hilang tanpa jejak. (REUTERS/Mohamad Torokman)

Al Jazeera mengidentifikasi sejumlah amunisi AS yang digunakan Israel di Gaza, yang terkait dengan hilangnya warga. Amunisi-amunisi itu antara lain MK-84 'Hammer', bom tak berpemandu seberat 900 kilogram (kg) yang berisi tritonal yang menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius.

Kemudian BLU-109 bunker buster, bom penghancur bunker yang digunakan dalam serangan di Al Mawasi. Bom ini menewaskan 22 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BLU-109 bunker buster memiliki selongsong baja dan sumbu tunda, yang mengubur dirinya sebelum meledakkan campuran PBXN-109. Kondisi ini menciptakan bola api besar di dalam ruang tertutup, menghanguskan segala sesuatu yang berada dalam jangkauannya.

Selanjutnya ada GBU-39. Bom luncur presisi ini digunakan dalam serangan di sekolah Al Tabin. Bom ini memakai bahan peledak AFX-757 dan dirancang untuk menjaga struktur bangunan tetap utuh namun menghancurkan semua yang ada di dalamnya.

"Bom ini membunuh melalui gelombang tekanan yang merusak paru-paru dan gelombang termal yang membakar jaringan lunak," kata Fatigarov.

Pertahanan Sipil Gaza mengonfirmasi temuan pecahan sayap GBU-39 di lokasi tempat jenazah menghilang.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal mengatakan, pihaknya menggunakan metode eliminasi untuk mencatat jumlah warga yang lenyap di Gaza.

"Kami memasuki rumah yang menjadi target dan mencocokkan jumlah penghuni yang diketahui dengan jenazah yang ditemukan," tutur Basal.

"Jika sebuah keluarga memberi tahu kami bahwa ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga jenazah yang utuh, kami menganggap dua jenazah yang tersisa 'menguap'. [Anggapan ini dipakai] hanya setelah pencarian menyeluruh tidak menemukan apa pun selain jejak biologis, seperti percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala," tambahnya.

Senjata termal menggabungkan kamera termografik dan retikel bidik untuk mendeteksi panas (inframerah) target, memungkinkan penembakan akurat dalam kegelapan total, cuaca buruk, atau kabut asap.

Sementara itu, bom termobarik mampu menyedot oksigen dari udara sekitar untuk menghasilkan ledakan bersuhu tinggi.

Dikutip dari The Guardian, muatan tahap pertama menyebarkan aerosol yang terdiri dari material yang sangat halus, mulai dari bahan bakar berbasis karbon hingga partikel logam kecil.

Muatan kedua menyalakan awan tersebut, menciptakan bola api, gelombang kejut yang sangat besar, dan ruang hampa saat menyedot semua oksigen di sekitarnya.

(blq/asr)

HALAMAN:
1 2