AS Punya Pangkalan Militer Rahasia di Bawah Lapisan Es Greenland
Camp Century
Camp Century merupakan stasiun penelitian yang menjadi rumah bagi nyaris 200 orang berusia 20-45 tahun.
Para ilmuwan di Camp Century melakukan sejumlah pekerjaaan ilmiah, terutama di bidang geofisika dan paleoklimatologi.
Weiss, yang saat itu berusia 26 tahun, mengaku banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari buku-buku kedokteran, bermain catur dan bridge, serta minum martini seharga 10 sen. Karena populasi di Camp Century tergolong sehat, tak banyak keadaan darurat medis yang harus ia kerjakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Weiss, hidup di hamparan es tidak sekeras dan sesulit yang awalnya ia khawatirkan. Makanan di sana "luar biasa" dan sama sekali tak kesulitan air.
Camp Century mampu menghasilkan sekitar 8.000 galon air (sekitar 30.000 liter) per hari untuk operasional stasiun dari sumur yang digali di es dengan bor yang menghasilkan uap panas.
Terdapat bangunan-bangunan prefabrikasi yang menampung tempat tidur, toilet, laboratorium, ruang makan, tempat cuci pakaian, dan gimnasium.
Suasana di dalam bangunan juga disebut hangat dan kering. Ada film dan radio sebagai hiburan dan sarana komunikasi, meski layanannya tergantung pada kondisi cuaca dan waktu.
Menurut Weiss, limbah stasiun dibuang ke dalam lubang yang juga digali di lapisan es. Camp Century sendiri beroperasi menggunakan energi nuklir.
Weiss berujar tujuan utama kamp ini yaitu "membuktikan bahwa instalasi terisolasi dapat ditenagai dengan aman dan efisien oleh energi nuklir."
"Kami pikir itu aman, dan tidak ada yang memberi tahu kami sebaliknya," ucap Weiss.
William Colgan, profesor glasiologi Kanada yang bekerja di Survei Geologi Denmark dan Greenland, memperingatkan Camp Century berisiko memaparkan berbagai jenis limbah, termasuk nuklir, ke dunia.
Colgan mengunjungi Camp Century untuk pertama kalinya pada 2010 guna mengebor inti es. Ia kemudian memulai proyek tahunan di sana untuk mendata dan memahami apakah limbah biologis, kimia, radioaktif serta puing-puing fisik yang tertinggal ketika kamp ditutup masih terdeteksi dan berisiko memaparkan ke dunia seiring dengan pemanasan iklim.
Proyek Colgan menunjukkan lokasi kamp tidak akan mengalami pencairan signifikan sebelum tahun 2100. Namun, proyeksi ini bisa berubah jika Perjanjian Paris, selaku upaya membatasi pemanasan global hingga di bawah 2 derajat Celsius, tidak dijalankan.
Sedimen dari bagian paling bawah inti es yang sempat tak terdeteksi pada 1990-an secara tak terduga muncul pada 2017. Analisisnya mengungkapkan bahwa ada sisa-sisa tumbuhan yang membatu di dalam sedimen, seperti potongan ranting, daun, dan lumut.
Ini membuktikan bahwa Greenland dahulu sempat dihidupi tumbuhan dan serangga. Hasil ini juga memicu kekhawatiran bahwa sedimen-sedimen dengan kandungan lain yang masih terkubur dan membeku bisa menerpa kawasan begitu es mencair akibat pemanasan global.
Saat ini, Camp Century tertutup salju di kedalaman 30 meter.
Publikasi mengenai Project Iceworm dalam kamp ini pertama kali diungkap ke publik pada 1997 ketika Institut Urusan Internasional Denmark memperoleh serangkaian dokumen AS yang telah dideklasifikasi sehubungan dengan studi terkait peran Greenland dalam Perang Dingin.
Menurut buku Nielsen, tidak ada bukti rudal pernah sampai ke Camp Century selama stasiun beroperasi.
(blq/dna)

