AS Klaim Hancurkan Mabes Garda Revolusi Islam Iran

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 05:34 WIB
Salah satu sudut kehacuran Kota Tehran Usai Digempur AS-Israel. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim serangan mereka telah berhasil menghancurkan markas besar pasukan militer Iran alias Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/3) waktu setempat.

"Amerika kini memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar," demikian pernyataan CENTCOM dikutip dari AFP, Senin (2/3) dini hari WIB.

Pernyataan itu pun diunggah CENTCOM via akun resmi X-nya. Dalam pernyataan itu, CENTCOM menyertakan video rudal yang ditembakkan dari kapal perang AS, kemudian menghancurkan kompleks di tengah kota.

Lewat akun X-nya, CENTCOM menyatakan IRGC telah menewaskan lebih dari 1.000 warga AS selama 47 tahun terakhir. 

"Kemarin serangan besar-besaran AS telah memenggal kepala ular tersebut," demikian pernyataannya.

Aksi militer gabungan AS-Israel, yang diberi nama Operation Epic Fury, dilakukan sejak Sabtu (28/2) lalu. Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer itu diperkirakan akan berjalan sebulan ke depan sebelum bisa dinyatakan sukses sepenuhnya.

Dalam salah satu serangan roket itu disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.

Roket Iran juga menyasar fasilitas AS di Uni Emirat Arab (UAE), Qatar, Bahrain, Oman, dan tentu saja Israel.

Serangkaian ledakan diduga imbas roket Iran yang menembus wilayah Israel terjadi Minggu (1/3).

Sebelumnya sirine udara menggaung keras setelah militer Israel mendeteksi roket yang diluncurkan ke Iran.

Beberapa dari roket itu berhasil melewati sistem pertahanan dan menghantam sejumlah wilayah di Yerusalem barat.

"Beberapa waktu yang lalu, [militer Israel] mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran. Sistem pertahanan telah dioperasikan untuk mengintersep ancaman," demikian pernyataan militer Israel (IDF) seperti dikutip dari AFP.

Salah seorang petugas ambulans di Yerusalem Barat mengaku setidaknya ada enam orang yang terluka imbas ledakan roket Iran.

"Di wilayah Yerusalem, petugas EMT dan paramedis MDA memberikan perawatan medis kepada seorang pria berusia sekitar 50 tahun dalam kondisi sedang, dan 5 orang dalam kondisi ringan," demikian pernyataan MDA.

(kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK