Ahmad Vahidi Ditunjuk Jadi Komandan Baru IRGC Iran, Siapa Dia?
Iran menunjuk Ahmad Vahidi untuk menjadi Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) usai Mohammed Pakpour tewas dalam serangan bersama Amerika Serikat-Israel ke negara Timur Tengah ini.
"Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi ditunjuk Komandan Tertinggi IRGC," demikian laporan media semi pemerintah Mehr News, Minggu (1/3).
AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu. Imbas gempuran mereka, sederet pejabat top negara tersebut tewas.
Mereka di antaranya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sekaligus penasihat politik Ali Shamkhani.
Sebelum menjadi orang nomor satu di IRGC, Vahidi pernah menjabat di posisi penting. Ia sempat menjadi Menteri Pertahanan.
Dia juga pernah menjadi sorotan karena tindakan kerasnya saat menangani demonstrasi pada 2022, ketika warga Iran memprotes kematian Mahsa Amini.
Selain itu, Vahidi dikaitkan dengan pengeboman komunitas Yahudi di Buenos Aires pada 18 Juli 1994 yang menewaskan 85 orang. Peristiwa ini jadi serangan paling mematikan terhadap target Yahudi di luar Israel sejak Holocoust.
Pada waktu itu, Vahidi menjabat sebagai komandan unit khusus Pasukan Quds dari IRGC.
Operasi tersebut menggunakan van berisi bahan peledak untuk menargetkan pusat yahudi Buenos Aires.
Otoritas Argentina menuduh Vahidi membantu untuk merencanakan dan melaksanakan serangan bom bunuh diri yang menghancurkan markas AMIA, demikian dikutip i24 News.
Jaksa Argentina juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Vahidi dan empat pejabat Iran lain. Mereka menuduh komandan pasukan Quds mengawasi operasi pengeboman tersebut.
Karena peran tersebut lah, Interpol sejak 2007 memasukkan Vahidi sebagai orang dalam pencarian.
Namun, Iran secara konsisten membantah tuduhan keterlibatan mereka karena dianggap tak kredibel. Pemerintahan yang berbasis di Teheran ini juga menolak untuk mengekstradisi Vahidi dan yang lain.
Peristiwa pengeboman di Buenos Aires ini sempat memperkeruh hubungan Argentina dan Iran selama beberapa dekade.
(isa/bac)