Daftar Negara Siap Bantu AS-Israel 'Keroyok' Iran Bela Arab Cs

CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 07:20 WIB
Sejumlah negara kompak mau membela diri dan meluncurkan serangan balasan jika perlu melawan serangan Iran yang telah digempur AS-Israel.
(Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi menyatakan siap menyerang Iran usai wilayah mereka terkena hantaman rudal pada Sabtu.

Saudi mengonfirmasi Ibu Kota Riyadh dan wilayah timur negaranya jadi target Iran.

"Kerajaan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan melindungi wilayah, negara, dan penduduknya, termasuk dengan opsi membalas agresi tersebut," demikian pernyataan resmi Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab juga memberi sinyal akan menanggapi serangan Iran.

Dalam rilis resmi, UEA menegaskan penolakan mereka terhadap penggunaan wilayah negara-negara regional sebagai arena untuk menyelesaikan sengketa atau memperluas cakupan konflik.

Mereka juga menyoroti dampak serius pelanggaran yang berkelanjutan, yang merusak keamanan regional dan internasional serta mengancam stabilitas ekonomi global dan keamanan energi.

"UEA menggarisbawahi bahwa pihaknya mempertahankan hak penuh dan sahnya untuk menanggapi serangan-serangan ini dengan cara yang melindungi kedaulatan, keamanan nasional, dan integritas wilayahnya, serta memastikan keselamatan warga negara dan penduduknya, sesuai dengan hukum internasional," demikian pernyataan resmi UEA.

Pernyataan itu juga menerangkan, "UEA tak akan mentolerir kompromi apa pun terhadap keamanan atau kedaulatannya dalam keadaan apa pun."

Qatar

Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam dan menyatakan akan menanggapi segala bentuk serangan yang menyasar kedaulatan mereka.

"Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Negara Qatar berhak sepenuhnya untuk menanggapi serangan ini sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan dengan cara yang proporsional dengan sifat agresi tersebut, untuk membela kedaulatannya dan untuk melindungi keamanan serta kepentingan nasionalnya," demikian rilis Kemlu Qatar.

Kuwait

Kuwait turut mengecam serangan Iran yang dianggap menargetkan wilayahnya dan melanggar kedaulatan negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Kuwait menegaskan hak penuh dan inheren untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB sebagai tanggapan terhadap agresi terang-terangan, dengan cara yang proporsional dengan skala dan sifat serangan serta sesuai dengan hukum internasional, demikian dikutip Qatar News Agency.

Bahrain

Bahrain juga tak beda jauh dengan negara-negara Arab lain. Mereka menganggap serangan Iran merupakan ancaman serius terhadap keselamatan nyawa warga sipil.

Kementerian Luar Negeri Bahrain, dalam rilis resminya, juga meminta komunitas internasional mengutuk serangan Iran. Bahrain bahkan ikut mencegat rudal yang masuk ke wilayah mereka, yang menurut Teheran, ditujukan ke pangkalan militer AS.

"Hal itu menegaskan kembali bahwa negara-negara tetap memiliki hak yang sah untuk menanggapi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, stabilitas, dan keselamatan warga negara serta penduduknya," demikian pernyataan Kemlu Bahrain.

Negara-negara Teluk

Dalam pernyataan bersama Amerika Serikat dan sejumlah negara Teluk menegaskan bahwa mereka mengecam dan menyatakan berhak membela diri atas serangan Israel.

"Kami bersatu dalam membela warga negara, kedaulatan, dan wilayah kami, dan menegaskan kembali hak kami untuk membela diri dalam menghadapi serangan-serangan ini," demikian pernyataan bersama itu, dikutip situs resmi pemerintah AS.

Negara-negara tersebut di antaranya: Arab Saudi, Bahrain, Irak (termasuk wilayah kurdistan Irak), Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

Di luar itu, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) juga punya Piagam dan Perjanjian Pertahanan Bersama yang mirip kesepakatan aliansi militer Atlantik Utara (NATO).

Perjanjian GCC berisi setiap serangan terhadap negara anggota mana pun merupakan serangan langsung terhadap semua anggota GCC, demikian dikutip GUlf News.

Anggota GCC meliputi Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2