RI dan 7 Negara Arab Kutuk Israel Tutup Masjid Al Aqsa

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 17:30 WIB
Indonesia dan tujuh negara Arab yakni Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan UEA mengecam penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel selama Ramadan.
Masjid Al Aqsa. (AHMAD GHARABLI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia dan tujuh negara Arab yakni Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA) mengecam penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel selama bulan suci Ramadan.

Penutupan yang telah berlangsung selama hampir dua pekan itu dinilai melanggar hukum internasional dan membatasi kebebasan beribadah warga Palestina.

"Para Menteri dengan tegas menolak dan mengecam penuh langkah ilegal dan tidak berdasar ini, serta tindakan provokatif Israel yang terus berlanjut di Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif dan terhadap para jemaah," demikian isi pernyatan yang dirilis pada Rabu (11/3), dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka menekankan Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur yang diduduki maupun situs suci Islam dan Kristen di wilayah tersebut," lanjut pernyataan itu.

Pernyataan itu juga menegaskan seluruh area Masjid Al-Aqsa secara eksklusif diperuntukan bagi umat Muslim.

"Para Menteri menyerukan kepada Israel, untuk segera menghentikan penutupan gerbang Masjid Al Aqsa, mencabut pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem, dan tidak menghalangi umat Muslim yang ingin beribadah."

Mereka mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran yang terus berlangsung.

Namun, Kementerian Luar Negeri Palestina pada Rabu menyatakan penutupan itu menunjukkan kebijakan yang menjadi pelanggaran secara nyata.

"Kebijakan yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak-hak rakyat Palestina," ujar Kemlu Palestina, dikutip kantor berita Palestina, Wafa.

Hamas juga mengecam penutupan itu dan pada Selasa menyebutnya sebagai preseden historis yang berbahaya serta pelanggaran terhadap kebebasan beribadah.

Pasukan Israel telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap jemaah dan akses menuju Kota Tua dengan mengerahkan banyak polisi dan unit khusus di perbatasan.

Langkah itu dilakukan oleh otoritas Israel dengan alasan langkah "keamanan" di tengah perang yang sedang berlangsung melarang Iran.

Warga Palestina tidak diizinkan masuk untuk menjalankan ibadah, sementara akses menuju kompleks dibatasi secara ketat.

Sejumlah saksi mengatakan beberapa jemaah yang mencoba mencapai gerbang masjid diminta kembali, dan sebagian wilayah Kota Tua berubah menjadi area militer tertutup.

Mantan mufti besar Yerusalem sekaligus salah satu imam senior Al Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri, mengutuk keputusan itu.

"Hal itu bertentangan dengan kebebasan beribadah dan menunjukkan otoritas pendudukan sedang menegaskan kendali atas masjid dan mencabut wewenang Wakaf Islam untuk mengelolanya," ujarnya, dikutip Middle East Eye.

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]