Serangan Meningkat, China Desak Warganya Segera Keluar dari Israel

CNN Indonesia
Selasa, 24 Mar 2026 10:20 WIB
China mendesak warganya segera meninggalkan Israel seiring dengan memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah. (istockphoto/blackred)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mengeluarkan peringatan keras untuk semua warganya yang berada di Israel supaya segera meninggalkan negara tersebut seiring dengan memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah.

Kedutaan Besar China di Israel mendesak warganya berhenti mempertaruhkan nyawa dan segera keluar dari Israel, mengungsi, atau kembali ke China sesegera mungkin.

Kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, melaporkan bahwa pihak kedutaan sedang mengatur misi evakuasi tambahan bagi warga negaranya melalui perbatasan Taba yang menghubungkan Israel dengan Mesir.

Langkah ini, seperti diberitakan Al Jazeera pada Selasa (24/3), diambil karena ancaman serangan udara yang semakin masif dan berbahaya bagi warga sipil di wilayah tersebut.

"Lingkup, frekuensi, dan intensitas serangan rudal dan drone terhadap Israel semakin meningkat, menyebabkan meningkatnya korban jiwa dan kerugian harta benda," tulis pernyataan kedutaan yang dikutip oleh Xinhua.

"Insiden berulang kali di mana orang-orang terluka karena gagal mencapai tempat perlindungan bom tepat waktu," bunyi peringatan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Selain perintah evakuasi, pihak kedutaan juga memberikan instruksi khusus bagi warga negara Tiongkok yang masih bertahan di Israel untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Mereka diminta menjauhi titik-titik berisiko tinggi jadi target serangan, termasuk bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, kilang minyak, fasilitas infrastruktur penting lainnya, serta situs-situs militer yang sensitif.

Dalam serangan terbaru, Iran menembakkan rudal ke Israel pada Selasa (24/3) pagi. Ledakan keras terdengar di Yerusalem ketika militer Israel mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke bangunan yang rusak setelah dua kali serangan rudal Iran.

Israel mengatakan serangan rudal Iran terbaru ditujukan ke Israel utara dan bahwa mereka "berupaya untuk mencegat ancaman tersebut."

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik di Israel menyusul ultimatum Presiden AS Donald Trump tentang serangan ke pembangkit listrik Iran jika terus tutup Selat Hormuz.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK