Menlu Singapura Puji RI soal Kerja Keras Evakuasi Korban Gunung Dukono

CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 10:31 WIB
Menteri Luar Negeri Singapura memuji tim SAR Indonesia atas evakuasi korban erupsi Gunung Dukono. Dalam pendaki asal Singapura tewas.
Menteri Luar Negeri Sugiono (kanan) bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan memuji kerja keras tim Indonesia dalam mengevakuasi korban erupsi di Gunung Dukono, Maluku Utara.

Pernyataan itu Vivian sampaikan saat konferensi pers bersama usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Indonesia Sugiono di Jakarta, Selasa (12/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin menyampaikan penghargaan terdalam kami ke tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR)," kata Vivian.

Dia lalu menyoroti profesonalisme 150 anggota tim SAR Indonesia yang mengambil risiko signifikan dalam operasi penyelamatan kala gunung erupsi dan cuaca buruk.

"Mereka berada dalam risiko yang cukup besar, dan kami di Singapura yang mengikuti misi SAR juga berharap dan berdoa untuk keselamatan tim SAR," ungkap Vivian.

Menlu Singapura ini lalu mengatakan respons cepat tim Indonesia mencerminkan hubungan yang erat antar kedua negara. Menurut dia proses penyelamatan tersebut menunjukkan naluri alami kedua negara untuk saling membantu dan melindungi di masa krisis.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi terdalam kami, melalui saudara saya Pak Sugiono, kepada tim di Maluku Utara, terima kasih banyak," ujar dia.

Vivian lalu berkata, "Hal-hal seperti ini tidak bisa dibeli atau dituntut; kita hanya berharap dan mengandalkan kekuatan hubungan antara kedua negara kita."

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan bela sungkawa ke korban dan keluarga yang ditinggalkan imbas peristiwa tersebut.

Gunung Dukono erupsi pada Jumat pagi pukul 07.41 WIT. Erupsi ini menyemburkan kolom abu setinggi 10.000 meter dari puncak.

Saat erupsi ada sejumlah pendaki di gunung itu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 15 pendaki ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka adalah tujuh warga negara Singapura dan delapan Warga Negara Indonesia (WNI).

Sementara itu, satu warga negara Indonesia dan dua warga negara Singapura tewas.

"Anda mungkin tahu pada 8 Mei 2026, tiga orang, satu warga negara Indonesia dan dua warga negara Singapura, kehilangan nyawa di Gunung Dukono di Maluku Utara. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga yang terlibat," kata Vivian.

(ada/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]