5 Poin Kunjungan Prabowo ke Prancis untuk Ketiga Kalinya Pada 2026
CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 12:40 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Poin penting pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta, CNN Indonesia --
PresidenPrabowo Subiantomelakukan kunjungan ke Prancis untuk ketiga kalinya sepanjang 2026 ini pada Kamis (28/5).
Kunjungan terakhir berlangsung pada 13-14 April lalu. Pada Kamis malam, Prabowo tiba di Paris disambut pelukan Presiden Emmanuel Macron ketika tiba di Istana Elysee.
Dalam pertemuan itu Presiden Prabowo didampingi oleh puteranya Didit Hediprasetyo, yang mengenakan setelan jas hitam.
Berikut poin-poin penting pertemuan Macron dan Prabowo terkait bilateral kedua negara:
Isu Palestina
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sejalan terkait stabilitas di Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara sebagai kunci bagi kemerdekaan Palestina dan perdamaian kawasan.
"Perdamaian di Timur Tengah merupakan kepentingan bersama kita. Prancis menjadi salah satu pelopor dalam mendorong dukungan terhadap solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina," ujar Prabowo. "Indonesia tetap berpandangan bahwa tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara dan keadilan bagi rakyat Palestina," lanjutnya.
Sementara itu, Macron mengapresiasi perang Indonesia dalam memperhatikan isu Timur Tengah, terutama Palestina.
"Saya ingin benar-benar menyampaikan apresiasi atas peran Anda, persahabatan Anda, dan sikap-sikap berani yang Anda ambil tahun lalu demi mendukung perdamaian di Timur Tengah, termasuk dukungan Anda terhadap pengakuan Palestina," ucap Macron.
"Kami juga berkomitmen penuh bersama-sama untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas Lebanon, di mana pasukan kedua negara yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) bertugas berdampingan."
Perkuat latihan militer bersama
Presiden Macron menyoroti eratnya kerja sama pertahanan kedua negara yang ditandai dengan kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Presiden Macron menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata hubungan strategis yang terus berkembang.
"Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini," katanya.
Macron juga menuturkan Indonesia dan Prancis akan menggelar latihan militer gabungan dalam misi Pegasus 2026.
"Kami akan memperkuat upaya pelatihan dan kerja sama operasional. Kami juga telah memperbanyak latihan militer bersama, beberapa di antaranya akan berlangsung dalam waktu dekat, khususnya terkait dengan misi Pegasus pada September 2026," ucap Macron dalam pidatonya.
Macron menuturkan latihan bersama ini turut mencakup pesawat tempur, penguatan kemampuan angkatan laut Indonesia, kemampuan angkatan darat, maupun latihan gabungan dan pelatihan bersama.
"Kami telah membawa kemitraan pertahanan dan keamanan ini ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam beberapa saat lagi kami juga akan kembali berdiskusi untuk membangun perspektif dan peluang kerja sama baru," ujar Macron.
Baca di halaman berikutnya >>>
Dorong Selat Hormuz dibuka
Macron dan Prabowo juga sepakat mendorong kebebasan navigasi, mendorong deeskalasi, menjaga Selat Hormuz tetap terbuka secara damai.
"Serta menolak segala upaya untuk memprivatisasi selat tersebut atau mengenakan pajak atas jalur pelayaran," papar Macron.
"Kami bahkan telah meluncurkan koalisi internasional untuk bertindak secara efektif dalam isu ini."
RI buka pasar bagi susu dan daging Prancis
Presiden Macron turut menyampaikan apresiasi atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis.
"Berbicara mengenai keterbukaan ekonomi kita, Presiden, saya juga ingin menyampaikan betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi produk susu dan daging sapi Prancis," kata Macron.
Selain itu, Macron juga menuturkan Prancis dan Indonesia akan memperkuat perdagangan bilateral dan investasi dua arah.
Ia juga mengungkapkan keinginan agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia dapat segera berlaku.
"Dan saya tahu Anda memiliki harapan yang sama," kata Macron kepada Prabowo.
Dalam banyak aspek, ekonomi kita saling melengkapi. Untuk memaksimalkan potensinya, penting agar perjanjian tersebut diterapkan sepenuhnya, khususnya terkait penghapusan hambatan perdagangan dan investasi. Dewan Bisnis Tinggi Prancis-Indonesia pertama, yang saat ini tengah berlangsung, juga akan memberikan dorongan besar bagi hubungan ekonomi kedua negara. Dewan ini merupakan inisiatif yang kami bangun bersama," paparnya menambahkan.
Sementara itu, Prabowo mengapresiasi dukungan Presiden Emmanuel Macron dalam mempercepat penguatan hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan investasi.
"Kita ingin tingkatkan kerja sama ini, meningkatkan investasi di kedua negara, dan saya sangat gembira dan menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, forum bisnis tingkat tinggi tersebut akan menjadi wadah penting untuk mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pelaku usaha Indonesia dan Prancis, serta membuka peluang investasi baru yang saling menguntungkan.
"Ini saya kira sangat penting dan kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis di ekonomi Indonesia," kata Prabowo.
Prancis perbanyak terima siswa Indonesia
Di bidang budaya dan pendidikan, kedua pemimpin negara juga berkomitmen memperdalam kerja sama yang sebelumnya telah diperkuat melalui deklarasi bersama strategi kebudayaan di Candi Borobudur pada Mei 2025.
Kerja sama tersebut mencakup sektor permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga penguatan kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas dalam Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.
Macron bahkan menuturkan sebagai bagian dari Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026, Paris-Jakarta juga sepakat untuk memperdalam dan menata dengan lebih baik kerja sama ilmiah, teknologi, dan akademik.
Di antara deklarasi yang akan diadopsi kemarin terdapat deklarasi bersama yang secara khusus membahas bidang-bidang tersebut.
"Prancis ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta asal Indonesia. Fondation France-Asie juga akan meluncurkan chapter Indonesia yang memiliki visi serupa, sekaligus membentuk program tahunan Young Leaders yang mempertemukan para talenta muda berbakat yang berkomitmen memperkuat hubungan kedua negara," ujar Macron.