Perayaan Hari Kemerdekaan Ke-250 AS Diserang Gelombang Panas Parah
Perayaan Hari Kemerdekaan Ke-250 tahun Amerika Serikat diserang gelombang panas (heatwave) paling parah di hampir seluruh wilayah.
Wilayah AS mulai dilanda gelombang panas ekstrem sejak awal Juli. Media di AS CBS News memperkirakan bahwa panas ekstrem tepat pada perayaan HUT Ke-250 AS pada 4 Juli ini kemungkinan yang terparah.
Pakar cuaca memprediksi gelombang panas yang melanda wilayah timur AS diperkirakan mencapai puncaknya pada Jumat dan Sabtu ini, karena suhu tinggi yang berbahaya terus meningkat dari Midwest hingga Pantai Timur.
Pakar tersebut memperkirakan lebih dari 300 rekor panas ekstrem akan tercipta pada Sabtu berdasarkan rata-rata suhu harian, dikutip dari CBS.
Total lebih dari 185 juta orang berada di bawah peringatan akan panas ekstrem pada Jumat, termasuk penduduk di beberapa wilayah metropolitan besar, seperti Boston, New York City, Philadelphia, dan Washington DC, menurut keterangan Badan Layanan Cuaca Nasional. Badan tersebut telah mengeluarkan berbagai peringatan "panas ekstrem" dan peringatan panas untuk puluhan negara bagian.
Badan layanan cuaca membeberkan indeks panas puncak, yang memperhitungkan suhu dan kelembapan, dapat melonjak hingga 115 derajat Fahrenheit atau setara 46 derajat Celsius di beberapa tempat.
Serangan suhu tinggi itu mulai berdampak pada perayaan liburan pada Jumat. Kondisi itu memaksa penyelenggara acara untuk menunda atau membatalkan rencana mereka karena ancaman yang serius.
Amtrak bahkan membatalkan beberapa layanan kereta api di wilayah Timur Laut karena potensi dampak panas berlebih pada relnya.
New York City juga tak luput dari gelombang panas ekstrem. Suhunya sejak Kamis pekan lalu mencapai 100 derajat Fahrenheit (hampir 40 derajat Celsius) dan diperkirakan akan terus melonjak.
"Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya," kata Wali Kota New York City Zohran Mamdani, memperingatkan kota berpenduduk lebih dari 8 juta orang itu.
Untuk pertama kalinya pula, New York City mengerahkan mobil van yang diawaki perawat dan paramedis. Mereka akan membagikan air, elektrolit, dan tabir surya, seperti dilaporkan CBS News New York.
Mereka juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan, mengangkut orang ke pusat pendinginan dan melakukan kunjungan ke rumah warga yang rentan. Kota ini juga membuka pusat pendinginan di seluruh lima wilayahnya.
"Saya mengimbau kepada semua warga New York untuk tetap berada di dalam ruangan dan tetap tenang. Jika Anda kebetulan melangsungkan pernikahan di Madison Square Garden, sebaiknya tetap berada di dalam ruangan dan tetap tenang, dan saya pikir itu adalah contoh yang baik untuk kota secara keseluruhan," ujar Mamdani.
Mamdani merujuk pada pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce yang menurut sumber berlangsung pada Jumat malam.
(bac)