Trump Batal Tarik Biaya 20 Persen di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 07:52 WIB
Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Stoyan Nenov
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan biaya 20 persen tarif bagi kapal-kapal di Selat Hormuz, dan menggantinya dalam bentuk kerja sama perdagangan serta investasi dengan negara-negara Teluk.

Trump menyampaikan pengumuman itu dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Selasa (14/7) waktu setempat.

"Berdasarkan percakapan yang sangat produktif dengan para pemimpin Timur Tengah, saya telah memutuskan untuk mengganti Biaya Pengembalian Dana Amerika Serikat sebesar 20 persen dengan Kesepakatan Perdagangan dan Investasi yang akan dilakukan berbagai Negara Teluk ke Amerika Serikat," kata Trump, dikutip Anadolu Agency.

Dia lalu mengakui investasi-investasi semacam itu akan sangat besar tetapi besar pula manfaat untuk masa depan mereka.

Trump lantas memberi contoh penggunaan dolar AS, yang menjadi investasi terbesar di Amerika Serikat dibandingkan negara mana pun dalam sejarah.

"Tetapi Investasi baru ini akan membuat angka itu menjadi lebih besar lagi, dan kita akan melihat pabrik, instalasi, dan peralatan membanjiri Amerika Serikat pada tingkat yang bersejarah, yang akan menciptakan jutaan lapangan kerja bergaji tinggi tambahan bagi warga Amerika," kata dia.

Trump juga mengatakan nantinya minyak akan mengalir lebih deras dari sebelumnya, dan selat tersebut terbuka untuk semua lalu lintas kapal kecuali Iran.

"Dan itu karena kepemimpinan mereka yang penuh kebohongan, kekerasan, dan kejahatan, yang membawa mereka ke jalan kehancuran TOTAL," ucap dia.

Sebelumnya, Trump mengumumkan AS akan mengambil tanggung jawab untuk mengelola Selat Hormuz serta memblokade kapal dari dan ke pelabuhan Iran.

AS, lanjut dia, akan menjadi penjaga Selat Hormuz dan mengawal kapal yang melintasinya dengan membayar ongkos sebesar 20 persen untuk penyediaan keamanan.

Dalam beberapa hari terakhir, AS menggempur habis-habisan Iran. Teheran tak tinggal diam, mereka meluncurkan serangan balasan ke pangkalan AS di negara-negara Teluk.

AS dan Iran padahal sudah sepakat gencatan senjata dan meneken nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan itu berisi penghentian pertempuran, tak memulai serangan, hingga kendali Hormuz di bawah Iran.

Namun, belum genap dua bulan MoU ditandatangani, AS sudah melanggar sederet kesepakatan termasuk melakukan pertempuran.

(isa/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK