AS Akui Hampir 100 Personel Militer Luka sejak Perangi Iran Lagi
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengungkap hampir 100 personel militernya mengalami berbagai tingkat cedera sejak kembali melancarkan perang dengan Iran pada 7 Juli.
Juru bicara Pentagon mengatakan sebagian besar dari hampir 100 personel yang terluka mengalami gegar otak ringan (minor concussions).
Namun, CNN melaporkan pada Senin bahwa militer AS sempat menunda pengungkapan jumlah korban luka demi melindungi keselamatan para personelnya.
Dilansir Al Jazeera, sebanyak 17 personel AS dikonfirmasi tewas dan 420 lainnya terluka selama berperang dengan Iran sejak 28 Februari lalu. Sementara itu, masih ada satu personel yang hilang imbas serangan balasan Iran ke asrama pangkalan AS di Yordania pada akhir pekan lalu.
Sejauh ini, dua personel militer AS dikonfirmasi tewas dalam serangan Iran ke Yordania tersebut.
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, upacara pemulangan dan penghormatan personel militer yang gugur ini secara resmi akan dilangsungkan pada Rabu (22/7).
Presiden Donald Trump sebelumnya diperkirakan akan menghadiri upacara tersebut. Trump juga telah memperingatkan bahwa Teheran akan "membayar mahal" atas tewasnya tiga personel militer AS dalam beberapa hari terakhir.
(rds)