Trump: Iran Lebih Serius dalam Berunding, Tapi Kesepakatan Masih Jauh

CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jul 2026 13:15 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakin bahwa Iran semakin 'serius' dalam perundingan damai antara kedua negara yang kini tengah berlangsung. (REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakin bahwa Iran semakin 'serius' dalam perundingan damai antara kedua negara yang kini tengah berlangsung.

"Kami [AS] sedang berbicara dengan mereka [Iran]. Saya pikir mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas. Tapi, kami sedang berbicara dengan mereka saat ini," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington, AS, Jumat (24/7), melansir CNN.

Trump melihat Iran memperlihatkan sikapnya yang paling serius. Kendati demikian, bukan berarti keseriusan Iran langsung berujung pada berakhirnya perang antara kedua negara.

"Saya rasa mereka bersikap paling serius yang pernah kita lihat. Tapi, itu tidak berarti kita akan sampai ke sana [perdamaian]," tambah dia.

Menurutnya, ada sejumlah nama dari pihak AS yang rutin menjalankan dialog dengan Iran. Dua di antaranya adalah Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang juga ikut terlibat.

Ada banyak strategi yang bisa dilakukan AS untuk keluar dari perang melawan Iran. Menurut Trump, di antaranya adalah lewat aksi militer berkelanjutan atau kesepakatan diplomatik.

"Ada jalan keluar militer di mana kita terus berjalan seperti biasa, dan kita bahkan bisa memberikan dosis yang lebih berat. Itu akan melumpuhkan semuanya," ujar dia.

"Atau strategi yang lebih cerdas, yaitu membuat kesepakatan. Saya berpikir mereka belum siap, tapi mereka memang ingin membuat kesepakatan," tambahnya melengkapi.

Hubungan AS dan Iran masih diwarnai ketegangan meski kedua negara kembali membuka jalur dialog. Dalam beberapa waktu terakhir, kedua negara terlibat aksi saling serang menyusul gagalnya upaya mempertahankan gencatan senjata.

AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, sementara Iran membalas dengan serangan terhadap kepentingan AS dan sekutunya di kawasan, termasuk ancaman pelayanan di jalur Selat Hormuz.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK