Trump-Netanyahu Mulai Retak, Israel Akan Perangi Iran Sendirian?
Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu disinyalir mulai retak. Situasi ini disoroti di tengah mereka sedang berhadapan dengan Iran.
Trump berulang kali dikabarkan mengolok dan mengkritik Netanyahu karena ambisi sang PM bertentangan dengan kepentingan Washington.
Salah satu komentar pedas Trump disampaikan saat Israel menentang penjualan F-35 AS ke Turki. Saat itu, Trump menegaskan, "Tidak ada yang mendikte saya tentang apa yang seharusnya kami jual."
Kritik Trump ke Netanyahu juga disampaikan secara publik ketika ia ditanya wartawan mengenai rencana kunjungan Netanyahu ke AS pada akhir Juli lalu.
Kala itu, wartawan meminta tanggapan Trump mengenai laporan bahwa Netanyahu ingin membawa informasi intelijen soal dugaan Iran menimbun uranium di Pickaxe Mountain.
Menanggapinya, Trump sewot dan mengatakan, "Saya tidak perlu Bibi (nama panggilan Netanyahu) untuk memberi tahu saya hal itu."
Menurutnya, informasi itu hendak disampaikan Netanyahu "karena dia ingin saya tetap terlibat" dalam konfliknya dengan Israel. Selain itu, Trump juga kesal karena Netanyahu mengumbar soal Pickaxe Mountain secara publik.
"Mengapa Anda tidak langsung memberitahukannya kepada saya? Kenapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?" ucap Trump.
Panas dingin hubungan Trump dan Netanyahu amat beralasan. Trump kesal karena bujuk rayu Netanyahu soal Iran terbukti salah besar.
Trump memerangi Iran pada 28 Februari lalu karena termakan klaim Netanyahu bahwa rezim Iran bisa digulingkan. Tetapi yang terjadi adalah pemerintahan Iran tetap utuh, bahkan diwariskan ke sesama garis keras.
Setelah Trump menyadari bualan Netanyahu, ia dikabarkan memutuskan untuk tidak lagi melibatkan Netanyahu dalam pengambilan keputusan.
Netanyahu benar-benar dikecualikan dalam negosiasi AS-Iran, yang pada Juni lalu menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang menjadi kerangka perjanjian damai kedua negara.
MoU ini ditentang keras oleh Netanyahu.
Pada Rabu (5/8), Palestine Chronicle mengabarkan bahwa Netanyahu membuat pidato di Yerusalem Barat yang mengisyaratkan kesiapan Israel untuk bertarung sendirian melawan Iran.
"Kami mendengar hari ini komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa Iran bermaksud untuk terus mengembangkan senjata nuklir," kata Netanyahu kepada hadirin upacara kenegaraan.
"Sebagai perdana menteri Israel, saya bertekad untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," tegasnya.
Klaim Netanyahu ini belum bisa dibuktikan karena tidak ada pernyataan resmi dari Vahidi maupun pemerintah Iran soal itu.
Sembari menyebut bahwa AS merupakan "sekutu terbesar Israel," Netanyahu menambahkan bahwa dirinya siap melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk menjamin keamanan Israel.
Lanjut ke sebelah...