Kemlu Tidak Terima Nota Protes Taiwan soal Latihan Militer RI-China

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 16:20 WIB
Kemlu menegaskan hingga saat ini belum menerima protes Taiwan terkait latihan militer RI-China di timur pulau tersebut yang digelar pertengahan Agustus. (Arsip Koarmada I)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri menegaskan hingga saat ini belum menerima protes Taiwan terkait latihan militer Indonesia dan China di timur pulau tersebut yang digelar pertengahan Agustus.

Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, Kamis (13/8).

"Tidak ada," kata Yvonne saat ditanya apakah menerima pemberitahuan dari Taiwan.

Yvonne lalu mengatakan dia mengetahui keberatan Taiwan soal latihan militer tersebut justru dari media.

Di kesempatan tersebut, Yvonne mengatakan latihan militer yang melibatkan KRI Gusti Ngurah Rai-332 dengan Angkatan Laut negara-negara di Asia Pasifik merupakan praktik yang lazim dilakukan antar AL berbagai negara saat kapal melintasi suatu kawasan.

"Ini adalah latihan bersama secara terbatas atau passing exercise dengan Angkatan Laut sejumlah negara yang dilintasi," kata dia.

Yvonne lalu berujar, "Passing exercise bukanlah latihan tempur. Bagi Indonesia interaksi semacam ini adalah bagian dari diplomasi maritim."

Jubir Kemlu ini turut menerangkan bahwa laut bukan cuma perairan yang menghubugnkan antara negara tetapi juga ruang untuk membangun kerja sama dan saling percaya.

Dia lalu menegaskan passing exercise itu sejalan dengan kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia.

"Dan passing exercise ini sejalan dengan polugri bebas aktif Indonesia dan kita tentunya selalu terbuka untuk bekerja sama dan membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara-negara mitra," ungkap Yvonne.

Yvonne juga menyadari latihan militer itu menjadi sorotan karena lokasi yang dipilih. Namun, dia kembali menegaskan keharidan KRI Gusti Ngurah Rai merupakan bagian dari rute pelayaran kembali ke Indonesia dan melakukan interaksi terbatas dengan Angkatan Laut negara-negara yang dilewati.

Komentar Yvonne muncul usai militer Taiwan mengecam China menggelar latihan militer dengan Indonesia di perairan timur pulau itu. Taipei menilai tindakan tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan, demikian dikutip Taiwan News.

Terpisah, Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council/MAC) Taiwan) menuding latihan itu merupakan "provokasi militer" yang harus dihentikan karena melanggar status quo.

Pada 11 Agustus, militer China mengumumkan angkatan laut mereka melakukan latihan navigasi dengan fregat AL Indonesia. Latihan ini mencakup komunikasi dan pengisian bahan bakar di laut.

Beijing juga mengeklaim latihan itu bertujuan meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang maritim.

Halaman Facebook yang fokus soal militer ADIZ Taiwan melaporkan kapal Indonesia yang diidentifikasi sebagai KRI Gusti Ngurah Rai-332 berangkat dari Yokosuka Jepang pada 9 Agustus dan memasuki perairan timur dan tenggara Taiwan pada 11 Agustus.

Kapal kemudian menuju ke selatan. Laporan itu juga menyebut KRI mengelilingi perairan tenggara Taiwan dan dipantau ketat militer China.

Namun, ADIZ Taiwan menduga pergerakan kapal perang Indonesia tampaknya merupakan transit rutin dan berbeda dengan gambaran China.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK