Hamas Buka Suara usai Ditemui Menantu Trump Jared Kushner di Mesir
Kelompok perlawanan di Palestina, Hamas, buka suara usai ditemui menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus utusan khusus untuk Timur Tengah Jared Kushner pada Minggu (16/8).
Pemimpin Hamas Khalil Al Hayya mengatakan pihaknya akan berkomitmen dengan rencana di Jalur Gaza seperti yang diusulkan Trump di Board of Peac (BoP).
Hamas juga meminta AS untuk menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menyepakati rencana perdamaian dan rekonstruksi di Jalur Gaza.
"Hamas menuntut agar pemerintah AS menekan pemerintahan Netanyahu untuk mematuhi dan melaksanakan kesepakatan peta jalan (roadmap). Hamas sedang menunggu tanggapan pemerintah AS terkait sikap Israel terhadap kesepakatan tersebut," ujar pejabat Hamas itu kepada AFP.
Sebelumnya menurut keterangan sejumlah sumber, Kushner menuntut agar Hamas membuktikan bahwa mereka bersedia melucuti senjata, sebuah poin krusial yang menjadi hambatan bagi Netanyahu. Ia mendesak agar Hamas melepaskan segala peran di masa depan dalam pemerintahan wilayah Palestina.
Setelah bertemu Hamas, Kushner menemui Netanyahu pada Senin (17/8) untuk memastikan agar Israel menyetujui roadmap BoP tersebut.
Kushner dijadwalkan mengadakan pertemuan tertutup dengan Netanyahu bersama dengan Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk urusan Gaza dalam BoP bentukan Trump yang bertugas melaksanakan rencana tersebut.
Kushner sendiri memiliki hubungan keluarga yang telah terjalin lama dengan Netayahu sehingga ditugaskan untuk melobi langsung PM Israel itu.
(bac)