Daftar Nikah di China Bisa di Mana Saja, Termasuk Bank dan Rumah Sakit
Daftar pernikahan di China bisa dilakukan di mana saja, termasuk di bank dan rumah sakit.
Sebuah bank dan rumah sakit di China baru-baru ini menawarkan layanan pendaftaran pernikahan. Hal ini menjadi perpanjangan upaya pemerintah China untuk menggenjot angka pernikahan yang terus menurun atau yang dikenal dengan istilah resesi seks.
Pada Agustus ini, Bank Tabungan Pos China di Tianjin menjadi bank pertama yang menyediakan layanan pendaftaran pernikahan. Menyusul setelahnya, Rumah Sakit Ibu dan Anak di Zibo juga mengumumkan layanan pendaftaran pernikahan.
Pihak rumah sakit mengklaim, layanan ini menyederhanakan kehidupan pasangan pengantin baru dengan mempermudah proses pendaftaran pernikahan, pemeriksaan pranikah, dan bimbingan pra-konsepsi menjadi di satu tempat.
Keduanya pun memicu obrolan hangat di tengah warganet China. Banyak warganet yang bergurau menyarankan agar firma hukum, kantor polisi, kampus, hingga bandara juga ikut menghadirkan layanan yang sama untuk 'mempermudah hidup masyarakat'.
Melansir South China Morning Post, pada Januari lalu, Bandara Internasional Guangzhou Baiyun, Guangdong telah menjadi bandara pertama di China yang mengeluarkan sertifikat pernikahan.
Pada Mei 2025, China memang memperbarui aturan pendaftaran pernikahan. Dalam aturan itu, pasangan diperbolehkan untuk menikah di luar lokasi hukou. Mereka juga tak perlu menunjukkan buku hukou saat mendaftar, sehingga prosesnya menjadi sederhana.
Hukou merupakan sistem registrasi rumah tangga atau kependudukan di China. Hukou bisa dibayangkan seperti KTP dan alamat domisili resmi yang menentukan akses seseorang terhadap sejumlah layanan publik.
Peraturan anyar ini berkontribusi pada munculnya tempat pendaftaran pernikahan yang tidak konvensional seperti di tempat wisata, stasiun metro, hingga yang teranyar bank dan rumah sakit.
Di Hefei, sebuah stasiun metro menjadi fasilitas transportasi pertama di China yang menawarkan pendaftaran pernikahan pada Agustus ini. Sementara di Shanghai, sebuah klub malam bekerja sama dengan biro urusan sipil setempat untuk menggelar upacara sertifikasi pernikahan khusus.
Hingga Mei 2026, satu tahun setelah peraturan anyar dibuat, China dilaporkan telah memiliki lebih dari 500 lokasi pendaftaran pernikahan yang didirikan di luar kantor catatan sipil.
Beragamnya tempat pendaftaran pernikahan dipandang masyarakat sebagai upaya mendesak pemerintah untuk menggenjot angka pernikahan.
Hasil awal tampak menjanjikan. Pada kuartal ketiga 2025, 1,61 juta pasangan mendaftarkan pernikahan. Angka ini meningkat 22,5 persen dibandingkan tahun 2024.
Namun, pada paruh pertama 2026, angka pernikahan di China kembali turun sebesar 7,5 persen dari tahun sebelumnya.
Sejumlah warganet menganggap inisiatif tempat pendaftaran pernikahan yang lebih praktis sebagai sesuatu yang sia-sia.
"Yang menghambat kaum muda untuk menikah bukanlah prosedur yang rumit, melainkan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan hidup yang dihadapi di dekade mendatang," tulis seorang warganet.
"Orang-orang secara bersamaan takut akan beban keuangan, konflik keluarga, dan hilangnya kebebasan pribadi yang timbul akibat pernikahan. Sementara pada saat yang sama, mereka tidak lagi menganggap pernikahan sebagai sesuatu yang penting dalam hidup," tambah warganet lainnya.
(asr)