4 Warga Iran Tewas, Mojtaba Siapkan Serangan 'Tak Terlupakan' ke AS
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memastikan Amerika Serikat akan menerima balasan yang "tak terlupakan" setelah AS melakukan serangan ke provinsi Hormozgan hingga menewaskan 4 orang di sebuah acara pernikahan.
Sebuah serangan rudal militer AS menghantam sebuah rumah yang sedang menggelar acara pesta pernikahan di dekat kota pesisir Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran, pada Selasa (1/9).
Serangan itu menewaskan empat orang, termasuk satu balita, dan melukai lebih dari 50 orang lainnya. Pihak Iran menyatakan serpihan dari serangan rudal AS menghantam sebuah rumah warga di kota Kuhestak, wilayah Sirik, tempat sebuah pesta pernikahan sedang berlangsung.
Merespons serangan itu, Mojtaba menjanjikan pembalasan terhadap AS. Mojtaba menyebut Iran akan melakukan serangan balasan yang tidak akan bisa dilupakan AS.
"Bangsa Iran yang tercinta dan poros perlawanan akan memberi pelajaran tak terlupakan bagi Amerika," ucap Mojtaba seperti yang dilaporkan Tasnim.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap AS menyusul serangan-serangan terbaru tersebut.
"Mereka akan menyesali serangan-serangan barunya. Hukuman berat menanti para agresor," ucap Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, dikutip dari 18News.
Iran sendiri kemudian merespons serangan AS dengan melancar serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar pangkalan-pangkalan Amerika di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
IRGC menyatakan mereka juga melancarkan serangan rudal dan drone terkoordinasi terhadap pangkalan AS di Erbil, yang terletak di wilayah otonom Kurdistan, Irak. IRGC mengklaim serangan di Erbil menghancurkan sebuah pusat pemeliharaan, sejumlah gudang, serta sistem pemandu aerostat pengintai milik AS.
(har/bac)