Perang Memanas, Houthi Bombardir Pangkalan Saudi King Khalid
Kelompok milisi Houthi Yaman mengeklaim menyerang pangkalan udara Arab Saudi, King Khalid, di Kota Khamis Mushait, Senin (14/9).
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan itu diluncurkan dalam skala besar, yakni dengan puluhan rudal balistik dan drone.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Cerita Pilot AS yang Ditembak Jatuh Iran sampai Wali Kota Berhijab AS |
Saree berujar serangan tersebut menargetkan hanggar pesawat, radar, landasan pacu, gudang amunisi, dan fasilitas militer lain. Menurutnya, Saudi mengalami "kerugian signifikan" dalam serangan ini.
Houthi menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan udara Saudi di Yaman. Houthi menuduh Saudi telah meluncurkan lebih dari 300 serangan di beberapa provinsi Yaman selama lima hari terakhir.
Belum ada konfirmasi langsung dari Saudi terkait klaim kerusakan Houthi di pangkalan tersebut.
Badan Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan di Khamis Mushait, namun kemudian menyatakan bahwa "bahaya telah berlalu".
Serangan skala besar ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan antara Houthi dan Saudi. Kedua pihak saling melancarkan serangan buntut insiden di bandara Sanaa pada Juli lalu.
Saudi mengintensifkan serangan udara di wilayah yang dikuasai Houthi, sementara kelompok milisi tersebut menargetkan kota-kota selatan Saudi dan fasilitas energi.
Pekan lalu, otoritas Saudi melaporkan 73 warga sipil terluka dalam serangan Houthi yang menargetkan Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.
Serangan tersebut juga menyebabkan kebakaran dan gangguan sementara di fasilitas energi setempat.
(blq/rds)