Trump Ngamuk Uni Eropa Mau 'Rekrut' Kanada Jadi Anggota

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 07:40 WIB
Presiden Donald Trump mengancam akan memutus perdagangan dengan Uni Eropa menyusul rencana blok tersebut menjadikan Kanada sebagai anggota asosiasi. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memutus perdagangan dengan Uni Eropa menyusul rencana blok tersebut menjadikan Kanada sebagai anggota asosiasi organisasi tersebut.

Trump merasa rencana menjadikan Kanada sebagai anggota Uni Eropa merupakan rencana konyol dan tindakan bermusuhan terhadap AS.

"Saya rasa itu konyol. Jika mereka melakukan itu, jika saya menganggapnya sebagai tindakan yang bermusuhan, saya akan memberlakukan tarif yang sangat berat atau menghentikan perdagangan dengan Eropa untuk banyak jenis barang," kata Trump kepada wartawan pada Rabu (16/9) ketika ditanya mengenai rencana tersebut.

"Jika niatnya baik, tidak masalah. Jika niatnya buruk, kami akan memberlakukan tarif yang sangat tinggi terhadap Eropa, dan itu merupakan sebuah kemungkinan," paparnya lagi.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengemukakan rencana tersebut sehari sebelum Perdana Menteri Kanada Mark Carney dijadwalkan berpidato di hadapan Parlemen Eropa. 

Carney menjadi kepala pemerintahan non-Eropa pertama yang menghadiri pidato tahunan "State of the European Union". Kanada juga menjadi negara pertama yang ditawari keanggotaan oleh Uni Eropa di luar kawasan.

Gagasan tersebut muncul ketika Kanada dan Uni Eropa sama-sama berupaya mengalihkan arah kebijakan mereka untuk mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat yang semakin agresif di bawah kepemimpinan Trump.

Von der Leyen mengusulkan kerja sama yang lebih erat di bidang teknologi, pertahanan, dan energi kepada Carney. 

Politikus Jerman itu mengatakan kepada Parlemen Eropa di Strasbourg bahwa ketika negara-negara demokrasi menghadapi "keretakan dalam sistem internasional berbasis aturan", Brussel dan Ottawa perlu semakin mempererat hubungan.

"Saya ingin bekerja sama dengan Anda untuk membuka pintu bagi Kanada menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa," kata von der Leyen di hadapan Carney.

Pernyataan von der Leyen itu disambut tepuk tangan meriah dari seluruh anggota parlemen yang berdiri.

Sementara itu, Carney tengah berupaya mempererat hubungan dengan Uni Eropa ketika Kanada semakin terseret ke dalam perang dagang dengan Amerika Serikat.

Anggota asosiasi Uni Eropa

Perjanjian Uni Eropa tidak membuka kemungkinan untuk menjadi "anggota asosiasi", tetapi gagasan tersebut pertama kali dikemukakan tahun ini oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk Ukraina.

Dalam rencana tersebut, Ukraina akan diizinkan menghadiri KTT Uni Eropa dan memiliki perwakilan di Komisi Eropa. Namun, rencana ini disambut dingin dari Presiden Volodymyr Zelensky karena ia menginginkan keanggotaan penuh di Uni Eropa menyusul negaranya masih terus digempur invasi Rusia sejak 2022.

Ukraina juga akan mendapatkan manfaat dari sebagian anggaran Uni Eropa dari keanggotaan asosiasi ini, tetapi tanpa hak suara penuh.

Sementara itu, Uni Eropa dan Kanada sebenarnya telah menikmati kerja sama yang cukup erat.

Perjanjian perdagangan bebas CETA, yang menghapus hampir seluruh tarif, disebut telah mendorong perdagangan barang dan jasa meningkat lebih dari 80 persen sejak 2016.

Tahun ini, Kanada juga menjadi negara non-Uni Eropa pertama yang bergabung dalam program pinjaman pertahanan unggulan Uni Eropa.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK