Daftar 27 Maskapai Iran yang Dilarang Terbang oleh AS
Amerika Serikat mengancam menghentikan operasional seluruh maskapai penerbangan Iran di luar negeri mulai Rabu (23/9). Ancaman tersebut disampaikan di tengah peningkatan tekanan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (21/9).
"Pada tanggal 23 September, semua maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia," kata Bessent.
Ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepada maskapai Iran. Pemerintah AS juga memperingatkan perusahaan asing yang menyediakan layanan bagi maskapai Iran akan menghadapi sanksi sekunder.
Bessent mengatakan bandara, pemasok bahan bakar, perusahaan penjualan tiket, hingga penyedia layanan penerbangan lainnya tidak boleh membantu maskapai Iran beroperasi di luar negeri.
"Jika mereka mendarat, Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, tidak boleh memberikan layanan pendaratan, dan tidak boleh menjual tiket kepada mereka; jika melanggar, Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," tegas Bessent.
Kementerian Keuangan AS sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap 27 maskapai Iran pada Selasa (8/9), seperti dilaporkan CH Aviation.
Sanksi tersebut merupakan langkah pertama terhadap maskapai Iran setelah Washington menetapkan sektor penerbangan Iran sebagai sektor yang dapat dikenai sanksi pada Senin (24/8).
Berikut 27 maskapai Iran yang masuk daftar sanksi AS:
Air Shiraz
Asa Jet Airline
Ata Airlines Company
Atlas Aviation Group
Ava Airlines
Chabahar Airlines Company
Erwan Airline Company
Fly Kish Airlines
Fly Persia Airlines
Iran Air Tour
Iran Aseman Airlines
Jsky Airlines
Kish Airlines
Karun Airlines Company
Lad Airways
Mehr Airways
Nasim Air
Pars Oghyanous Kish Company
Qeshm Air
Raimon Airways
Saha Airlines
Sepehran Airlines
Soroush Air
Taban Airlines
Toos Airlines
Varesh Airlines
Zagros Airlines
Kementerian Keuangan AS menyatakan sanksi tersebut merupakan bagian dari kampanye Operasi Pengasingan Ekonomi.
Kampanye itu bertujuan mengisolasi sektor penerbangan Iran serta memutus dukungan keuangan yang menurut Washington menopang pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menurut Departemen Keuangan AS, maskapai komersial Iran telah digunakan untuk mengangkut senjata, personel, dan kargo yang disebut ilegal. Dalam konteks ini, AS secara khusus menyoroti Mahan Air yang sebelumnya telah dikenai sanksi AS.
Mahan Air telah masuk daftar sanksi AS sejak 2011 karena dituduh memberikan dukungan kepada Pasukan Quds IRGC (IRGC-QF).
Pada 2019, Departemen Luar Negeri AS juga menetapkan Mahan Air berdasarkan kewenangan yang berkaitan dengan proliferasi senjata.
Sanksi terbaru terhadap maskapai Iran juga melanjutkan langkah yang diberlakukan AS pada April dan Juli 2026 terhadap jaringan yang mendukung operasional Mahan Air.
(mge/rds)