6 Momen Unik Sidang PBB: Ada Pemimpin Pidato sampai 4,5 Jam

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 08:45 WIB
US President Donald Trump addresses the 81st United Nations General Assembly at UN headquarters in New York City, US, September 22, 2026.  REUTERS/MIKE SEGAR
Sidang Majelis Umum PBB menjadi saksi sejumlah pemimpin negara berpidato dan mengeluarkan pernyataan kontroversial dan menjadi bagian dari sejarah. (Foto: REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations General Assembly (UNGA) menjadi salah satu panggung diplomasi terbesar dunia setiap tahunnya.

Sejak sidang pertamanya pada 1946, para pemimpin negara memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan kebijakan hingga mengkritik negara lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Sidang Majelis Umum PBB, seluruh pemimpin negara di dunia yang menjadi anggota PBB akan berpidato di depan podium membawa isu dan kepentingan masing-masing.

Dalam sejarahnya, sejumlah pidato di Sidang Umum PBB mencuri perhatian karena berbagai hal seperti durasi, gaya penyampaian, maupun pernyataan kontroversial yang disampaikan dari podium.

Berikut enam momen unik pemimpin negara di Sidang Umum PBB:

1. Muammar Gaddafi berpidato hampir 100 menit

Setelah lebih dari empat dekade memimpin negaranya, Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, menyampaikan pidato yang berlangsung hampir 100 menit di podium Sidang Umum PBB pada 2009.

Durasi itu jauh melampaui pedoman waktu sekitar 15 menit yang berlaku dalam debat umum PBB.

Dalam pidatonya, Gaddafi mengkritik struktur Dewan Keamanan PBB, terutama hak veto yang dimiliki lima anggota tetap.

"Hak veto harus dicabut," kata Gaddafi.

Ia menilai Dewan Keamanan PBB tidak memberikan keamanan, tetapi justru menghasilkan teror dan sanksi. Gaddafi juga mempertanyakan penerapan Piagam PBB dalam invasi Irak pada 2003 yang dipimpin Amerika Serikat.

"Dan Irak adalah negara merdeka dan anggota Majelis Umum. Bagaimana mungkin negara itu diserang dan bagaimana mungkin Piagam PBB tidak diterapkan?"

Ia membandingkan invasi tersebut dengan invasi Irak ke Kuwait pada 1990.

Menurut Gaddafi, aturan mengenai agresi diterapkan terhadap Irak ketika negara itu menyerang Kuwait, tetapi tidak diterapkan dengan cara yang sama ketika Irak kemudian diserang.

"Invasi ke Irak - tanpa pembenaran, melanggar Piagam - dilakukan oleh negara-negara adidaya di Dewan Keamanan," katanya.

Pidato Gaddafi kemudian dikenang bukan hanya karena kritiknya, tetapi juga karena durasinya yang jauh melampaui batas waktu yang biasanya digunakan dalam debat umum PBB.

2. Hugo Chavez menyebut George W. Bush sebagai "iblis"

Di tengah meningkatnya konfrontasi antara Caracas dan Washington pada 2006, Presiden Venezuela, Hugo Chavez, menyebut Presiden AS, George W. Bush, sebagai "iblis" di panggung PBB.

"Kemarin, iblis datang ke sini - tepat di sini. Dan bau belerang masih tercium hingga hari ini," kata Chavez.

Chavez kemudian mengkritik kebijakan luar negeri AS dan mengaitkannya dengan konflik di Irak, Lebanon, serta Palestina.

"Mereka menginginkan perdamaian. Tapi apa yang terjadi di Irak? Apa yang terjadi di Lebanon? Di Palestina? Apa yang terjadi? Apa yang telah terjadi selama 100 tahun terakhir di Amerika Latin dan di dunia? Dan sekarang mengancam Venezuela - ancaman baru terhadap Venezuela, terhadap Iran?," kata Chavez.

"Pemerintah Amerika Serikat tidak menginginkan perdamaian. Mereka ingin mengeksploitasi sistem eksploitasi, penjarahan, dan hegemoni mereka melalui perang," ujar Chavez.

Ia mengatakan operasi militer Israel yang didukung AS di Lebanon telah menewaskan lebih dari 1.000 orang. Operasi tersebut menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil negara itu beberapa minggu sebelumnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen paling diingat dari pidato Chavez di PBB.

Bertahun-tahun kemudian, Chavez mengatakan pernyataannya tentang "iblis" tersebut bukan bagian dari naskah yang telah disiapkan dan ia memang mencium wangi belerang saat itu.

[Gambas:Video CNN]

Baca di halaman berikutnya >>>

Momen Unik dan Kontroversial di Sidang Majelis Umum PBB BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2