AS Tarik Mundur Semua Pesawat Bomber dari Pangkalan Inggris, Ada Apa?

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 08:40 WIB
AS tarik pulang semua pesawat bomber dari Pangkalan Udara Fairford Inggris. Foto: AFP/JUSTIN TALLIS
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menarik semua pesawat pengebom B-1 milik Angkatan Udara dari pangkalan udara di Inggris, menyusul ancaman serangan terhadap pangkalan tersebut. Iran dituduh jadi dalang di balik ancaman serangan itu.

Dua pejabat AS mengatakan penarikan total 12 pesawat pengebom ini sangat tidak lazim, sebab jarang dilakukan begitu cepat dari pangkalan udara milik sekutu di negara yang sedang dalam masa damai.

"Kami dapat mengonfirmasi saat ini bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang dikerahkan ke RAF (Royal Air Force) Fairford sedang dipindahkan kembali ke pangkalan induk di AS," demikian pernyataan Komando Eropa Pentagon, seperti dikutip New York Times.

Kebutuhan untuk memindahkan pesawat-pesawat pengebom tersebut dinilai sangat mendesak. Beberapa pesawat beserta awaknya langsung dipulangkan, bahkan saat pesawat pengisi bahan bakar udara masih sedang dikerahkan untuk mendukung penerbangan mereka kembali ke AS.

Setidaknya tiga pesawat telah mendarat di pangkalan induk mereka di South Dakota pada Minggu (4/10).

Pejabat AS enggan merinci sifat informasi baru yang memicu penarikan pesawat pengebom tersebut secara terburu-buru. Beberapa pesawat pengebom itu bahkan baru tiba dalam sepekan terakhir, sebagai bagian dari rotasi pasukan rutin.

Seorang sumber mengatakan peringatan ancaman serangan terbaru ini sama dengan ancaman yang muncul tiga pekan lalu. Namun rincian spesifik dan tingkat urgensinya meningkat tajam dalam 25 jam, hingga menimbulkan kekhawatiran.

Penarikan mendadak pesawat-pesawat pengebom itu terjadi sepekan setelah polisi Inggris menangkap lima pria dengan van putih di dekat RAF Fairford. Pangkalan ini digunakan oleh pesawat pengebom AS, dalam konteks ketegangan antara AS-Israel dan Iran.

[Gambas:Video CNN]

Kelima pria tersebut telah dibebaskan dengan jaminan sehari kemudian, setelah pihak berwenang tidak menemukan bahan peledak di dalam van mereka.

Sebelumnya pada September lalu, militer AS mengaku menerima peringatan yang mengkhawatirkan dari intelijen AS dan negara Barat lainnya. Mereka mengatakan Pangkalan RAF Fairford menjadi target potensial serangan yang didukung Iran.

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK