Makin Tegang dengan Rusia, NATO Gelar Latihan Pencegahan Nuklir

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 14:05 WIB
NATO akan menggelar latihan tahunan "pencegahan nuklir" bertajuk Steadfast Noon di Italia pada 13-23 Oktober. (REUTERS/Ramil Sitdikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

NATO akan menggelar latihan tahunan "pencegahan nuklir" bertajuk Steadfast Noon di Italia pada 13-23 Oktober.

Latihan yang melibatkan 17 negara anggota ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara aliansi tersebut dan Rusia.

NATO mengumumkan latihan tersebut pada Kamis (8/10).

Aliansi pertahanan itu menyatakan Steadfast Noon merupakan latihan rutin yang telah direncanakan jauh-jauh hari untuk menjaga kesiapan pasukan serta menguji prosedur pencegahan dan pertahanan.

"Latihan ini merupakan kegiatan pelatihan rutin yang telah direncanakan jauh-jauh hari dan menjadi bagian dari upaya NATO untuk menjaga kesiapsiagaan serta menguji prosedur yang berkontribusi pada kemampuan pencegahan dan pertahanan aliansi," demikian pernyataan NATO, seperti dilaporkan AFP.

[Gambas:Video CNN]

NATO menegaskan latihan tersebut tidak akan menggunakan senjata nuklir sungguhan. Aliansi itu juga menyatakan latihan tersebut tidak berkaitan dengan perkembangan situasi global saat ini dan tidak ditujukan untuk menghadapi negara tertentu.

"Tidak ada penggunaan senjata sungguhan dalam Steadfast Noon. Latihan ini tidak terkait dengan peristiwa dunia saat ini dan tidak ditujukan untuk melawan negara mana pun," tambah aliansi tersebut.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan latihan tersebut penting untuk memastikan "aliansi pertahanan" memiliki kemampuan pencegahan nuklir yang aman, efektif, dan dapat diandalkan.

Menurut Rutte, latihan itu juga menunjukkan "persatuan dan tekad" negara-negara anggota NATO dalam menjaga perdamaian dan menangkal agresi.

Kegiatan ini berlangsung ketika hubungan dengan Rusia masih diwarnai ketegangan akibat perang di Ukraina yang dimulai pada 2022.

Rusia sebelumnya menuduh NATO melakukan tindakan "provokatif" di sekitar Kaliningrad, wilayah eksklave Rusia yang terpisah dari wilayah utama negara tersebut.

Moskow juga memperingatkan bahwa Rusia siap menggunakan "seluruh persenjataannya".

NATO mengecam pernyataan Rusia tersebut. Namun, para pejabat aliansi menyatakan belum melihat perubahan besar dalam postur nuklir Moskow.

(mge/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK