Bandara Saudi Diserang, Kemlu Sebut Perjalanan Umrah Masih Normal
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan belum ada imbauan untuk menghentikan calon jemaah umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi menyusul situasi yang memanas di sana buntut serangan Houhti.
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemlu Heni Hamidah menyampaikan komentar tersebut dalam pernyataan tertulis ke awak media saat ditanya apakah ada imbauan untuk menghentikan sementara perjalanan umrah dari Indonesia, Kamis (15/10).
"Sampai saat ini jemaah umrah masih terus berjalan dan belum ada imbauan untuk menyetop," kata Heni.
Dia lalu berujar, "Kemlu dan perwakilan RI terkait serta Kementerian Haji dan Umroh terus berkoordinasi dan memantau situasi di lapangan."
Di kesempatan terpisah, juru bicara II Kemlu Vahd Nabyl mengimbau WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangan ke maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi serta KBRI Riyadh.
Dia juga mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.
Kemlu, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah juga kan terus memantau perkembangan situasi terkini dan mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Saudi.
"Termasuk menyiapkan rencana kontijensi sekiranya keadaan semakin memburuk," kata Nabyl pekan lalu.
Saat ini, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran serta pelindungan WNI. WNI yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi hotline KBRI Riyadh (di nomor +966 569173990) dan hotline KJRI Jeddah (di nomor +966 503609667).
Beberapa hari terakhir, Houthi menggempur sejumlah wilayah Saudi. Serangan itu menyasar fasilitas strategis, seperti Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
(isa/rds)