Daftar Trump Hina Dunia Islam, Ejek Gay Dukung Palestina & Mohamed

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 07:26 WIB
Presiden AS Donald Trump berulang kali menghina dunia Islam mulai dari mengejek nama Mohamed hingga mencela gay yang mendukung Palestina. (REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menghina dunia Islam mulai dari mengejek nama Mohamed hingga mencela gay yang mendukung Palestina.

Ejekan Trump terhadap nama Mohamed muncul jelang pemilihan sela (mid term) AS yang akan digelar pada 3 November. Biasanya dia akan mengejak sembari menyampaikan dukungan ke calon lain yang merupakan anggota Partai Republik.

Salah satunya saat Trump menyebut calon senat Michigan Abdul el Sayed teroris.

"Mohammed El Sayed kandidat yang buruk untuk Demokrat. Sementara lawannya, Mike Roger, luar biasa bagus," kata Trump pada awal Oktober lalu.

Komentar semacam itu bukan kali pertama ke politikus Muslim, berikut hinaan Trump ke simbol-simbol Islam.

Nama Mohammad jadi bahan lelucon

Trump memicu kritik tajam setelah melontarkan lelucon nama Mohammad saat kampanye untuk pemilu sela di Georgia pada Jumat (16/10).

"Anda tahu, jika Anda ragu dengan nama seseorang dari Timur Tengah, ucapkan saja 'Mohammad'," kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Trump lalu berujar, "Anda punya peluang sekitar 65 persen. 'Halo Mohammad', saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun. Saya tak pernah salah."

Trump lalu pura-pura bertanya ke beberapa orang bernama Mohammad, apakah mereka ingin menjadi presiden di Iran. Namun, penonton yang hadir tak menanggapi.

"Iran adalah satu-satunya negara di mana tak ada seorang pun yang ingin jadi presiden," ujar dia.

Sebut politikus Muslim simpatisan teroris hingga komunis

Trump juga pernah memaki-maki El Sayed dan salah menyebut nama depan dia dari yang asalnya Abdul jadi Mohammed.

"Dia adalah ekstremis radikal, simpatisan teroris, dan tidak berbeda dengan sahabatnya, Hasan Piker yang membenci Amerika."

Lebih lanjut, Trump mengatakan nilai-nilai El Sayed tak sesuai dengan nilai-nilai warga Michigan, atau nilai-nilai Amerika Serikat.

Tak cuma Al Sayed yang menjadi korban Trump. Wali Kota New York Zohran Mamdani juga pernah mengalami hal serupa.

Dia menuduh Mamdani radikal dan ingin membangkitkan komunisme di AS. Trump kerap menggunakan dalih komunis untuk menyebut anggota partai Demokrat.

Ketika itu sedang gencar masa kampanye dan Mamdani belum menjadi wali kota.

"Zohran Mamdani, seorang 100 persen komunis gila, yang baru saja menang pemilihan primary Demokrat dan dalam perjalanan jadi wali kota," kata Trump di Truth Social pada Rabu.

"Kita sudah pernah punya politikus sayap kiri radikal sebelumnya, tapi yang satu ini sudah kelewatan. Penampilannya sangat buruk, suaranya menyakitkan didengar, dan tak terlalu pintar," imbuh dia.

Larang warga Muslim ke AS

DI awal masa jabatan kedua, Trump mengeluarkan perintah eksekutif (executive order) yang melarang warga dari 12 negara kebanyakan negara Muslim atau mayoritas Muslim untuk masuk ke Amerika Serikat.

Negara tersebut di antaranya, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Yaman, Suriah, Burkina Faso, Mali, Afghanistan, Niger, hingga Guinea.

Dalam pernyataan resmi, Gedung Putih menyebut langkah itu ditempuh untuk melindungi keamanan nasional AS.

"Hari ini, Presiden Donald J. Trump menandatangani deklarasi yang memperluas dan memperkuat pembatasan masuk bagi warga negara dari negara-negara dengan kekurangan yang terbukti, terus-menerus, dan parah dalam penyaringan, pemeriksaan latar belakang, dan berbagi informasi untuk melindungi Negara dari ancaman keamanan nasional dan keselamatan publik," demikian pernyataan Gedung Putih pada Desember 2025 lalu.

Ejek gay dukung Palestina

Pekan lalu, Trump pernah mengejek komunitas gay yang mendukung Palestina.

Dalam pidatonya, Trump menyinggung slogan "Gays for Palestine" atau "Gay untuk Palestina".

Ia mengklaim bahwa orang gay di Palestina akan dilempar dari atas gedung jika identitas mereka diketahui.

"Apa saya boleh mengatakan ini? Yang paling saya sukai adalah Gay untuk Palestina. Gay mendukung Palestina," kata Trump.

"Dan apa kalian tahu apa yang mereka lakukan jika kalian gay, mereka akan melempar kalian dari atas gedung. Itu lah paliong saya sukai, gay mendukung Palestina," imbuh dia.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK