7 Tanda Perang AS-Israel lawan Iran Segera Kembali Pecah

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 04:00 WIB
A fighter jet takes off during nighttime operations from the flight deck of the USS George Washington in the Arabian Sea, September 12, 2026. The aircraft carrier, capable of carrying more than 5,000 personnel, is enforcing a U.S. naval blockade agai
Foto: REUTERS/Ed Ou

4. AS kurangi staf diplomatik

Washington juga telah mengurangi kehadiran diplomatik dan militernya di beberapa bagian Timur Tengah.

Sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada CNN bahwa penarikan itu dilakukan karena meningkatnya ancaman eskalasi konflik di kawasan.

Memo tertanggal 23 Oktober yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan intelijen AS menemukan bahwa "Iran telah secara substansial meningkatkan upaya untuk menargetkan personel AS" di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana itu disebut sudah mencapai "tahap lanjut", baik di Timur Tengah maupun di beberapa negara lain.

5. Epic Furry kecil

Berbicara pada hari Jumat, Trump merujuk pada operasi sebelumnya yang menyerupai kampanye militer AS yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury.

"Kita mungkin akan membuat Epic Fury kecil lagi. Atau mereka akan setuju," kata Trump.

Pernyataan-pernyataannya tersebut menyusul laporan bahwa para komandan militer senior Amerika telah menyampaikan opsi untuk serangan baru terhadap fasilitas-fasilitas Iran.

6. Target baru AS

Sementara itu, NBC News melaporkan bahwa para pejabat militer Amerika telah menyampaikan opsi yang melibatkan serangan dengan target baru, terutama terhadap pintu masuk dan terowongan di fasilitas nuklir Iran yang terkubur dalam, termasuk Gunung Pickaxe.

Target potensial lainnya termasuk Pulau Kharg, pusat penting bagi ekspor minyak Iran, dan Pulau Qeshm di Selat Hormuz.

Kedua pulau tersebut memiliki kepentingan strategis yang cukup besar. Kharg merupakan pusat ekspor minyak mentah Iran, sementara Qeshm terletak di dekat salah satu jalur pengiriman energi tersibuk di dunia.

Serangan terhadap lokasi-lokasi tersebut dapat mengganggu pasokan minyak dan pengiriman komersial, dengan konsekuensi yang meluas ke seluruh Teluk dan pasar energi internasional.

7. Pertemuan petinggi Iran

Iran ternyata sudah mempersiapkan serangan. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei untuk meninjau perkembangan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel serta untuk memberi sinyal koordinasi politik di tengah tekanan militer, ekonomi, dan informasi.

Menurut transkrip pembicaraan, Ghalibaf dan Khamenei membahas perkembangan terbaru dalam apa yang digambarkan oleh pejabat Iran sebagai "perang militer, ekonomi, dan kognitif" yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Mereka juga menekankan penguatan "unsur-unsur kekuasaan" Iran, menjaga kohesi sosial dan persatuan nasional, serta mempertahankan mobilisasi publik untuk mendukung rezim Islam.

(imf/bac)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2