Menghadap Prabowo, Menlu Singapura Bahas Komitmen Atasi Kabut Asap

CNN Indonesia
Kamis, 29 Okt 2026 07:49 WIB
Prabowo Terima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang. Foto: Sekretariat Presiden
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Presiden RI Prabowo Subianto telah berkomunikasi dan menetapkan komitmen politik untuk mengatasi tantangan bilateral, termasuk masalah kabut asap.

Hal ini disampaikan Balakrishnan usai menemui Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Rabu (28/10).

"Komunikasi telah terjalin di tingkat tertinggi antara perdana menteri saya dengan Presiden Prabowo," kata Balakrishnan dalam pernyataannya kepada awak media.

"Hal ini menetapkan komitmen politik dari kedua belah pihak untuk melakukan apa yang diperlukan, dan kini kita harus mengimplementasikan rencana-rencana tersebut, serta melaksanakan komitmen itu," imbuhnya, dikutip Channel News Asia.

Dia juga menegaskan bahwa ketika muncul suatu masalah terutama yang bersifat lintas batas, diperlukan "komunikasi langsung tingkat tinggi" antar pemerintah.

"Dengan segala hormat, diplomasi tidak bisa dijalankan hanya lewat telepon atau media. Diperlukan penjelasan langsung secara tatap muka untuk menyampaikan kekhawatiran, sekaligus mencari solusi," ujarnya.

Ia menyebut dalam menangani masalah seperti kabut asap yang berdampak pada masyarakat, baik di Indonesia maupun Singapura, "aspek politik memang turut terlibat".

"Namun dalam situasi seperti ini, sangatlah penting untuk terus mengupayakan solusi yang bersifat kooperatif, kolaboratif, dan konstruktif," ujar Balakrishnan.

Sebelumnya pada Selasa (27/10), Balakrishnan telah bertemu dengan Menlu RI Arrmanatha Nasir. Pada pertemuan itu, kedua menlu mengumumkan pembentukan gugus tugas bersama untuk berkoordinasi terkait penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan, lewat pertukaran informasi.

Meski demikian Balakrishnan menyatakan bahwa dia belum dapat memberikan perincian mengenai susunan gugus tugas itu.

"Saya belum dapat memberikan rincian mengenai komposisi dan susuan Satuan Tugas, namun kerangka acuannya untuk menangani masalah ini, bertukar informasi, untuk memfasilitasi kerja masing-masing otoritas di yurisdiksi kita masing-masing," kata Balakhrisnan.

"Mengingat adanya komitmen di tingkat pimpinan kedua negara, kita akan menuntaskan hal ini dengan cepat, segera, dan efektif," ungkapnya.

Selain itu Singapura dan Indonesia juga mengumumkan pembentukan saluran komunikasi khusus (hotline) baru, untuk menangani perbedaan pendapat soal isu-isu bilateral.

Saat ditanya awak media soal masalah kontrak ekspor gas alam dari RI, Balakrishnan mengatakan para menteri dari kedua negara memiliki komitmen bersama untuk menjunjung tinggi kontrak yang ada.

"Semua pihak memahami alasan mengapa tanda tangan dan kewajiban kontraktual itu penting, hal ini berkaitan dengan kredibilitas dan daya saing ekonomi dari kedua belah pihak," kata dia.

"Kontrak memiliki makna dan harus dijunjung tinggi. Itu hal yang penting," ungkapnya lagi.

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK