Alvin Tedjo Bangga, Keturunan Indonesia Pertama Jadi Walkot Kanada
Alvin Tedjo mengaku bangga bisa mencetak sejarah sebagai keturunan Indonesia pertama yang terpilih menjadi wali kota di Kanada. Ia berhasil memenangkan pemilihan wali kota (Pilwalkot) Mississauga dalam pemilihan yang digelar pada Senin, 26 Oktober 2026.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Alvin. Ia mengatakan tidak pernah membayangkan bisa dipercaya untuk memimpin salah satu kota besar di Kanada, mengingat persaingan politik di wilayah tersebut cukup ketat.
"Saya senang dan bangga menjadi keturunan Asia Tenggara pertama dari Indonesia yang terpilih sebagai wali kota di Kanada," kata Alvin dalam wawancara bersama CNN Indonesia TV, Minggu (1/11).
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Alvin Tedjo Jadi Walkot di Kanada hingga Pertemuan Menlu RI-Singapura |
Ia juga menyebut dirinya sebagai wali kota pertama di Mississauga dari latar belakang Asia Tenggara dan diaspora Indonesia pertama yang menduduki jabatan tersebut di Kanada.
"Rasanya luar biasa. Kami menjalani pemilihan yang sangat panjang selama enam bulan. Kami benar-benar berbicara tentang perubahan," ujarnya.
Alvin mengatakan kemenangan itu menunjukkan keinginan masyarakat Mississauga untuk melihat perubahan dalam kepemimpinan. Menurut dia, warga menginginkan generasi baru yang mampu menghadapi berbagai tantangan saat ini.
"Orang-orang di Mississauga, bahkan di seluruh dunia, menginginkan politik yang lebih positif. Mereka menginginkan kepemimpinan generasi baru, pemimpin yang lebih muda dan mampu menghadapi tantangan yang dibutuhkan dunia saat ini," kata Alvin.
Mississauga sendiri merupakan salah satu kota besar di Kanada dengan penduduk yang berasal dari beragam latar belakang budaya dan negara. Keberagaman tersebut, menurut Alvin, menjadi salah satu hal yang membuat kota itu terasa dekat dengan dirinya.
Ia menilai latar belakang masyarakat yang multikultural membuka ruang bagi sosok dengan identitas dan pengalaman seperti dirinya untuk ikut mengambil bagian dalam kepemimpinan kota.
Alvin mengaku banyak orang terkejut dengan kemenangannya. Terlebih, ia harus bersaing dengan dua politikus yang sudah lama dikenal masyarakat setempat.
Dalam wawancara tersebut, Alvin mengatakan dua pesaing utamanya merupakan politikus senior yang sudah lama berkecimpung di dunia politik. Keduanya adalah Wali Kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Mississauga Bonnie Crombie.
Kondisi itu membuat Alvin harus bekerja lebih keras untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Ia menyadari masih banyak pemilih yang belum mengenal rekam jejak maupun gagasan yang ditawarkannya.
"Saya tahu banyak orang sudah mengenal mereka (dua calon lain), sementara banyak juga yang belum mengenal saya. Karena itu, saya harus bekerja keras menjangkau sebanyak mungkin orang, membuat iklan, dan memanfaatkan media sosial untuk membangun keterlibatan dengan masyarakat," ujarnya.
Upaya tersebut berbuah kemenangan. Berdasarkan hasil penghitungan resmi, Alvin memperoleh 74.479 suara atau sekitar 39,21 persen. Ia mengungguli Carolyn Parrish yang meraih 51.853 suara atau 27,30 persen. Sementara itu, Bonnie Crombie memperoleh 43.191 suara atau 22,74 persen.
Kemenangan Alvin juga menjadi penanda perubahan kepemimpinan di Mississauga. Ia menilai masyarakat menginginkan pendekatan baru dalam pemerintahan kota, termasuk kehadiran pemimpin dari generasi yang lebih muda.
Meski demikian, Alvin menyadari membawa perubahan bukan perkara mudah. Menurut dia, perubahan membutuhkan proses dan kerja bersama, terutama di kota dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam seperti Mississauga.
Hasil pemilihan tersebut telah disertifikasi oleh pemerintah kota pada 29 Oktober 2026. Alvin bersama anggota dewan kota terpilih lainnya akan menjalani masa jabatan periode 2026-2030. Mereka dijadwalkan mengucapkan sumpah jabatan pada 16 November mendatang.
(tis/tis)