Ikatan Prabowo-Jokowi: Tiada Musuh Abadi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 01/11/2016 09:07 WIB
Ikatan Prabowo-Jokowi: Tiada Musuh Abadi Di kediaman Prabowo, Jokowi jadi tamu istimewa. Dia disambut marching band, dijamu nasi goreng, diberi waktu merasakan berkuda bak prajurit kavaleri. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada musuh abadi. Adagium itu dengan tepat menggambarkan hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Kedua tokoh yang menjadi rival pada Pemilu Presiden 2014 –hingga seakan membelah negeri menjadi dua, bahkan hingga kini– ternyata bisa menunjukkan persahabatan hangat, setidaknya di hadapan publik.

Prabowo memberikan pelayanan terbaik kala Jokowi menyambangi kediamannya yang luas dan asri di bukit sejuk Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10). Jokowi disambut marching band, dijamu santap siang nasi goreng, dan diberi waktu untuk merasakan berkuda bak prajurit kavaleri.

Jokowi tak sendirian menyambangi sang mantan ‘musuh.’ Ia membawa sejumlah pejabat tinggi negara yang bisa dibilang merupakan para tangan kanannya di lingkaran satu Istana: Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Prabowo menyatakan, ia dan Jokowi menjalin hubungan baik meski sempat berseteru pada Pilpres 2014. Prabowo tak berlebihan. Ia bukan kemarin saja bertemu Jokowi pasca-Pilpres. Keduanya telah beberapa kali menggelar pertemuan. Jika tak Jokowi yang menyambangi Prabowo, maka Prabowo yang mendatangi Jokowi ke Istana.


“Saya tentu merasa dihormati. Kehormatan besar beliau datang. Kami pernah rival, tapi beliau baik sama saya. Saya juga baik (sama Jokowi). Jadi komunikasi kami baik dan saya kira itu bagus,” kata Prabowo usai berbincang secara tertutup dengan Jokowi.

Gayung bersambut. Jokowi bercerita, suasana pertemuannya dengan Prabowo yang berlangsung selama hampir dua jam berlangsung santai dan cair. Rivalitas, kata sang Presiden, hanya terjadi saat Pilpres.

“Setelah itu kami bahu-membahu membangun negara dari berbagai sisi,” kata Jokowi.

Meski begitu, ujar Jokowi, bisa saja memang ia dan Prabowo kembali berkompetisi dalam kontestasi politik mendatang.

“Mungkin nanti (pada Pemilu) 2019 ada rivalitas lagi. Tapi setelah itu bahu-membahu lagi,” ucap Jokowi.
[Gambas:Video CNN]

Saat Prabowo dan Jokowi berkuda pun, keduanya menunjukkan kedekatan melalui berbagai candaan. Belum juga 10 menit berkuda, Jokowi dipuji Prabowo berbakat berkuda. Jokowi sampai dihadiahi topi Panama oleh Prabowo.

“Beliau rupanya punya bakat naik kuda. Beliau punya kelebihan, badannya ringan. Kuda suka yang ringan-ringan,” celutuk Prabowo, yang disambut gerai tawa oleh Jokowi.

Jokowi lantas menyambar canda Prabowo, “Ya, kan kudanya besar sekali, saya ringan. Saya lihat kudanya senyum-senyum.”

Sebelum rombongan Jokowi kembali ke Jakarta, Prabowo tak lupa melempar undangan untuk pertemuan berikutnya.

“Lain kali kalau ke sini jangan bawa wartawan, dan lain kali saya akan minta Pak Jokowi nyanyi,” kata Prabowo, tersenyum.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo itu berlangsung di tengah tensi tinggi ibu kota menjelang rencana demonstrasi besar memprotes Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Jumat pekan ini, 4 November.
(wis/agk)