Jika Head to Head, Anies-Sandi Diprediksi Ungguli Ahok-Djarot
Abi Sarwanto | CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2016 19:29 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Charta Politika dalam surveinya juga membuat simulasi head to head antara dua pasangan calon. Simulasi itu mengajukan pertanyaan: 'seandainya Pilkada dilaksanakan hari ini dan diikuti dua pasangan calon'.
Pada simulasi pertama yang mempertemukan pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi, pasangan nomor urut tiga itu unggul dengan perolehan 34,2 persen berbanding 33,6 persen. Responden yang menyatakan tidak memilih atau tidak tahu (undecided voters) cukup tinggi yaitu di angka 32,2 persen.
Terkait hasil ini, Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya menilai Anies-Sandi mampu mengungguli Agus-Sylvia karena mendapat limpahan suara dari pemilih Ahok-Djarot.
Simulasi kedua dari Charta Politika mempertemukan pasangan Agus-Sylvia dengan Ahok-Djarot. Dalam head to head itu, Agus-Sylvi ternyata mampu mengungguli Ahok-Djarot dengan perolehan suara 39 persen berbanding 31.9 persen. Undecided voters pada simulasi ini sebesar 29,1 persen.
Sedangkan, pada simulasi ketiga, Anies-Sandi kembali unggul dengan 40,7 persen saat head to head dengan Ahok-Djarot yang hanya meraih 32,6 persen. Sebanyak 26,7 persen reponden belum menyatakan pilihannya.
Uniknya, dalam simulasi ketiga itu, Yunarto juga menyebut keunggulan Anis-Sandi terhadap Ahok-Djarot disebabkan adanya limpahan suara dari pemilih Agus-Sylvi.
Dengan kata lain, jika Anies-Sandi menembus putaran kedua, mereka akan mendapat limpahan suara dari para pemilih yang pasangannya gagal menembus putaran kedua.
Yunarto menduga, fenoma limpahan suara kepada pasangan Anies-Sandi bisa terjadi karena pasangan itu selama ini relatif terhindar dari segala isu politik.
Hal itu tidak berlaku bagi pasangan Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi. "Posisi netral membuat Anies diuntungkan jika dimasukkan ke simulasi putaran kedua," kata Yunarto.
(wis/obs)
Pada simulasi pertama yang mempertemukan pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi, pasangan nomor urut tiga itu unggul dengan perolehan 34,2 persen berbanding 33,6 persen. Responden yang menyatakan tidak memilih atau tidak tahu (undecided voters) cukup tinggi yaitu di angka 32,2 persen.
Simulasi kedua dari Charta Politika mempertemukan pasangan Agus-Sylvia dengan Ahok-Djarot. Dalam head to head itu, Agus-Sylvi ternyata mampu mengungguli Ahok-Djarot dengan perolehan suara 39 persen berbanding 31.9 persen. Undecided voters pada simulasi ini sebesar 29,1 persen.
Sedangkan, pada simulasi ketiga, Anies-Sandi kembali unggul dengan 40,7 persen saat head to head dengan Ahok-Djarot yang hanya meraih 32,6 persen. Sebanyak 26,7 persen reponden belum menyatakan pilihannya.
Uniknya, dalam simulasi ketiga itu, Yunarto juga menyebut keunggulan Anis-Sandi terhadap Ahok-Djarot disebabkan adanya limpahan suara dari pemilih Agus-Sylvi.
Dengan kata lain, jika Anies-Sandi menembus putaran kedua, mereka akan mendapat limpahan suara dari para pemilih yang pasangannya gagal menembus putaran kedua.
Yunarto menduga, fenoma limpahan suara kepada pasangan Anies-Sandi bisa terjadi karena pasangan itu selama ini relatif terhindar dari segala isu politik.
Hal itu tidak berlaku bagi pasangan Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi. "Posisi netral membuat Anies diuntungkan jika dimasukkan ke simulasi putaran kedua," kata Yunarto.
(wis/obs)