"Mari kita bersama-sama doakan Ahok-Djarot agar menang di Pilgub putaran kedua," kata Nusron dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/3), seperti dilansir dari Antara.
Nusron yang melakukan istigosah insaniyah di Ciracas, Jakarta Timur pada Minggu malam (26/3) juga memberikan arahan kepada mereka untuk menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan berdasarkan agama) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan berdasarkan kemanusiaan).
"Dalam hadis riwayat Ibnu Umar disebutkan, untuk menjadi ahlussunnah wal jamaah adalah tidak mengkafirkan ahlul kiblat yang lain. Untuk itu, harus menjaga ukhuwah Islamiyah," kata Nusron kepada para imam masjid dan ustazah se-Jakarta Timur.
Dalam kesempatan itu Nusron juga mengimbau agar para imam masjid dan ustazah turut serta menyampaikan pada jamaah agar tidak perlu takut dianggap kafir dalam memilih salah satu pemimpin tertentu.
"Kata Ibnu Taimiyah, memilih pemimpin itu yang utama adalah adil. Kalau ada muslim yang adil, bagus. Kalau ada muslim belum terbukti adil, ya yang terbukti adil saja. Jadi, intinya yang adil dan maslahat. Ahok terbukti adil dan membawa maslahat," ujarnya.
Pernyataan Nusron tersebut disepakati oleh Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, Ahmad Zahari. Menurut dia, pemimpin harus sosok yang memihak pada kepentingan muslim, bukan hanya yang seolah-olah paling muslim.
"Kami sepakat pilih pemimpin yang menyejahterakan imam masjid," kata Zahari.
Peningkatan Suara Anies-Sandi
Sebelumnya, calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga terus memperkuat basis pemilihnya di kawasan Jakarta Timur, dengan salah satunya mengunjungi kawasan Cilangkap. Menurutnya, penguatan itu dilakukan agar perolehan suara dapat ditingkatkan.
"Kami datang ke beberapa wilayah, ada tempat kami (untuk) meneguhkan dan memastikan suara," kata Anies saat ditemui di Cilangkap, Jumat (24/3).
Wilayah Jakarta Timur memang menjadi basis dari Anies dan pasangannya, Sandiaga Uno. Pada putaran oertama, keduanya meraih suara total 41,7 persen suara, mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (38,8 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (19,4 persen).