Wakil Sekjen PPP kubu Romi, Achmad Baidowi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih meminta masukan ulang kepada sejumlah senior partai PPP. Ia berkata, masukan tersebut akan menentukan sikap PPP kubu Romi dalam Pilkada DKI putaran kedua.
"Kami DPP belum mengambil keputusan. Ada opsi menjaga netralitas," ujar Achmad di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/3).
Ia menuturkan, sikap netralitas nantinya akan membebaskan kader untuk mendukung salah satu paslon Gubernur DKI, yaitu Ahok-Djarot atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Meski demikian, Achmad berkata, secara garis partai, PPP seharusnya condong kepada pasangan Anies-Sandia. Menurut dia, arah dukungan itu terkait latar belakang agama Anies-Sandi, yaitu Islam.
"Ada yang bilang kami koalisi pemerintah harus dukung Ahok. Kami partai Islam harus bela yang Islam," ujarnya.
Sementara itu, Achmad mengklaim, PPP kubu Romi telah berusaha berkomunikasi dengan Djan Faridz. Namun, ia bekata, Djan selalu menghindar ketika diajak bertemu untuk membahas nasib PPP dalam Pilkada DKI.
"Kami serahkan ke Ketua umum untuk melakukan komunikasi dengan senior partai untuk mengambil tindakan. Apapun keputusan Ketum dan partai kami patuh," ujar Achmad.