Penggagas 'Tamasya Al-Maidah' Berencana Temui Tokoh Islam

Aulia Bintang, CNN Indonesia | Senin, 17/04/2017 07:20 WIB
Penggagas 'Tamasya Al-Maidah' Berencana Temui Tokoh Islam 'Tamasya Al-Maidah diprediksi akan diikuti anggota ormas Islam yang menghadiri aksi 212, akhir tahun lalu. Mereka bertekad beraksi meski ditentang kepolisian. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua hari jelang pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta, beberapa ormas Islam merencanakan kegiatan bertajuk Tamasya Al-Maidah. Untuk mewujudkan rencana itu, Senin (17/4), mereka akan menggelar forum yang diklaim bakal dihadiri tokoh dan petinggi ormas Islam.

Ketua panitia Tamasya Al-Maidah Ansufri Sambo enggan memaparkan daftar undangan forum yang akan ia selenggarakan awal pekan ini. Ketika ditemui Ahad kemarin, ia hanya berkata, pertemuan tersebut akan menjadi wadah pernyataan sikap kelompoknya.

"Kami undang seluruh tokoh ormas dan tokoh islam. Kami menyatakan sikap bahwa pada 19 April kami akan datang," kata Ansufri.
Ansufri mengatakan, pihaknya akan tetap menjalankan Tamasya Al-Maidah meskipun akan mendapatkan halangan, baik dari aparat keamanan maupun kelompok tertentu.


Kepentingan di balik tamasya itu, klaim Ansufri, murni untuk mewujudkan nilai yang terkandung dalam Surat Al-Maidah ayat 51.

Namun belakangan Ansufri tetap mengkaitkan rencana itu dengan sikap anti-calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama. Ia menyatakan, orang yang tidak beriman tidak boleh memimpin Jakarta.
Hingga akhir pekan lalu, Ansufri mengklaim sudah ada 100 ribu orang yang menyatakan kesiapan untuk hadir pada Tamasya Al-Maidah. Peserta itu disebutnya tidak hanya berasal dari DKI, tapi juga dari kota-kota lain.

Sebagian besar dari massa tersebut adalah peserta aksi 212 jilid satu pada 2 Desember 2016 yang lalu. Dia pun menargetkan jumlah peserta aksi kali ini akan melebihi jumlah peserta pada 212 jilid satu tersebut.

Namun satu hal yang ditekankan oleh Ansufri adalah aksi tamasya Al-Maidah tidak akan berlangsung rusuh. Dia memastikan gelaran akan berjalan damai seperti aksi 212 jilid satu.

"Jadi tanggal 19 kita tetap jalan, tetap damai, tetap tertib karena ini akan mengawal umat Islam," ujarnya.