Indo Defence adalah pameran pertahanan tahunan berskala internasional yang digelar oleh Kementerian Pertahanan RI. Dua hari sebelum ini, Rabu (5/11), Wakil Presiden Jusuf Kalla telah hadir lebih dulu di pameran alat utama sistem senjata dunia ini.
Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, dan KSAD Letjen Gatot Nurmantyo kemudian berkeliling ke stand-stand yang ada di arena Indo Defence.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga proyek yang sedang digarap bersama oleh industri strategis Korsel dan Indonesia. PT Kereta Api Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang berpotensi terlibat dalam kerjasama tersebut..
Ryamizard kemarin mengatakan Indo Defence sesungguhnya merupakan strategi diplomasi RI untuk perdamaian. Menteri baru itu berjanji untuk memperkuat pertahanan Indonesia. “Akan kami tingkatkan terus. Kami akan bekerja keras paling tidak sampai memenuhi 90 persen MEF (Minimum Essential Force),” ujar Ryamizard.
Panglima TNI Moeldoko beberapa waktu lalu menyatakan, kekuatan pertahanan RI saat ini baru 38 persen dari MEF. Ia berharap pemerintah Jokowi lima tahun ke depan dapat memenuhi MEF hingga 100 persen. “Masih ada satu periode lagi sampai 2019 untuk mencapai angka 100 persen,” kata dia.
Moeldoko menyatakan pentingnya Indonesia memodernisasi peralatan tempurnya dengan alutsista canggih berteknologi tinggi. “Supaya kita seimbang dengan negara-negara lain. Untuk balance of power,” ujarnya.
Baca: Jejak SBY Bangun Armada Perang (agk)